HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
SINOPSIS

Beautiful Life Episode 8



Rasa penasaran membawa Kyoko mendatangi museum tempat Satsilo bekerja untuk melihat secara sembunyi-sembunyi wanita yang dikiranya telah merebut hati Shuji. Namun sial baginya, Satsuki melihat Kyoko dan saat gadis itu berusaha menghindar, Kyoko terjatuh dari kursi rodanya.

Shuji sangat terkejut mendengar kejadian yang menimpa Kyoko dan berusaha menemui Kyoko. Namun yang dicari sudah berada di dalam mobilnya, dan tanpa menghiraukan penjelasan Shuji, meminta Sachie untuk menjalankan mobilnya. Shuji sadar bahwa Takumi-lah biang keladinya, namun pria berambut panjang tersebut malah balik menuduh Shuji telah mempermainkan perasaan Kyoko.

Tidak menyerah begitu saja, Shuji berusaha menghubungi Kyoko lewat telepon namun Masao mengatakan kalau adiknya tidak ingin berbicara lagi. Tidak menyerah, Shuji langsung menyusul ke rumah sang wanita. Namun setelah diperbolehkan masuk ke kamar Kyoko, yang dicari ternyata sudah tidak ada disana.

Dimanakah Kyoko berada? Ternyata, gadis itu tinggal di rumah bibinya di sebuah perkampungan nelayan. Saat sedang menggendong bayi saudaranya, Shuji melihat dari kejauhan namun tak lama, karena Kyoko langsung menyadari kehadirannya. Disana, Shuji menceritakan kejadian sebenarnya antara dia dan Satsuki, dan menekankan cinta yang mendalam terhadap Kyoko sebelum pulang.

Tepat disaat bersamaan, Kyoko baru menyadari kalau sepatu merah pemberian Shuji telah hilang dari kamarnya. Mendadak masuklah Masao, yang meminta maaf karena mengembalikan sepatu tersebut tanpa permisi. Kyoko langsung terbangun, dan baru sadar kalau itu hanya mimpi.

Saat tiba di apartemennya, Shuji dikejutkan oleh bunyi klakson mobil yang ternyata berasal dari mobil Kyoko. Rupanya gadis itu sengaja mampir sambil membawa makanan yang didapat dari sang bibi, dan didalam keduanya mulai mengobrol dengan serius. Kyoko mengatakan bahwa kehadiran Shuji telah membuat kehidupannya mendapat percikan cahaya.

Shuji langsung menarik kursi roda Kyoko dan di hadapan gadis itu, ia berjanji tidak akan pernah melepaskannya sampai kapanpun dan dalam keadaan apapun. belum sempat Kyoko menjawab, Shuji langsung memeluknya dengan erat dan membuat mata gadis itu berlinang air mata.

Melihat wanita yang dicintainya meneteskan air mata, Shuji langsung berujar bahwa ia tidak akan membiarkan Kyoko mati. Ucapannya yang tulus tersebut membuat Kyoko sangat terharu, ia langsung menarik tubuh Shuji dan memeluknya erat-erat.

Saat malam mulai tiba, Shuji langsung mengajak Kyoko berjalan-jalan. Saat itu suasana sangat indah, lampu-lampu berkelap-kelip seolah merayakan indahnya cinta keduanya. Dimalam itu juga untuk pertama kalinya Kyoko mengenakan sepatu merah pemberian Shuji, yang sekaligus merupakan kali terakhir.....

 


*****
md

Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: