
Keesokan harinya saat tiba di Hot Lip, Shuji terkejut melihat sejumlah pekerja sedang membongkar salon tersebut. Ia nyaris saja menyerang salah satu pekerja tersebut kalau saja tidak ditahan Satoru. Di ruang kantor, Satoru memberitahu kabar buruk : Hot Lip bangkrut.
Takumi mendatangi salon yang sudah kosong dan mendapati Shuji sedang mengirim pemberitahuan pada para klien seputar kebangkrutan Hot Lip. Tidak hanya itu, Shuji berusaha membesarkan hati Takumi yang putus asa dengan mengatakan bahwa mantan asistennya tersebut pasti bisa sukses.
Malamnya, Shuji secara mendadak datang ke rumah Kyoko tanpa pemberitahuan. Ia meminta ijin dari Masao untuk bisa terus bersama Kyoko, namun diacuhkan. Saat mengantarkan pulang, keduanya berhenti di tepi jembatan. Masao mengatakan bahwa kehadiran Shuji mampu membuat Kyoko tersenyum sedemikian bahagianya yang tidak bisa diberikan oleh anggota keluarganya sekalipun.
Kabar buruk yang dinanti itu akhirnya tiba. Kyoko dinyatakan menderita kanker yang sudah tidak bisa disembuhkan, dan nyawanya tidak tertolong lagi. Saat berjalan bersama Shuji di taman, Kyoko mengaku kalau dirinya menyesal pernah bertemu Shuji karena hal itu hanya membuatnya semakin takut menghadapi kematian.
Shuji tidak memperdulikan keluhan Kyoko tersebut, dan sambil menyandingkan jaket di bahu gadis itu, mengatakan kalau dirinya sangat bahagia bisa bersama Kyoko meski dalam waktu singkat. Malamnya, Kyoko mendatangi apartemen Shuji dan akhirnya menginap disana semalaman.
Untuk merayakan pernikahan dan bayi pasangan Sachie-Masao, Shuji mengusulkan supaya diadakan pesta. Sachie awalnya menolak karena suasana duka seputar penyakit Kyoko, namun Shuji meyakinkannya kalau Kyoko akan bertambah sedih bila mendengar komentar sahabatnya tersebut.
Beberapa hari kemudian, Shuji memboyong barang-barangnya ke rumah yang disewakan Masao untuk tinggal bersama Kyoko. Gadis itu tentu saja terkejut mendengar dia akan tinggal bersama Shuji, ditambah lagi hadiah anjing kecil yang diberikan Masao yang mengingatkannya pada masa kecil.
Meski telah ditawari Takumi untuk bekerja di salon, Shuji tetap menolak. Ia baru mengiyakan setelah dibujuk oleh Kyoko, yang tidak ingin bakat Shuji tersia-siakan. Penyakit Kyoko semakin bertambah parah dari hari ke hari, namun semangat hidupnya tetap kuat dan meminta supaya diajak menyaksikan pagelaran busana yang menjadi impiannya bersama Shuji.
Di atas panggung, Shuji melihat kehadiran Kyoko dan tersenyum padanya. Sayang, Kyoko tidak mampu bertahan hingga akhir acara dan pingsan di bahu sang kakak. Ia langsung dilarikan oleh ambulans. Shuji terus memanggil Kyoko untuk membuka matanya. Dengan kekuatan terakhirnya, Kyoko meminta maaf dan berterima kasih atas semua pemberian Shuji sebelum menutup mata selamanya.
Di luar ruang ICU< Sachie menangis di pelukan Masao dengan kursi roda Kyoko tergeletak tanpa penghuni didekatnya. Shuji yang terus berada di samping jenazah Kyoko meminta pada ibu gadis itu supaya diperbolehkan merias wajah sang kekasih untuk terakhir kalinya. Tidak lupa, ia memasangkan sepatu merah kesayangan Kyoko.
Di pinggir sebuah pantai, seorang gadis cilik masuk ke sebuah salon yang memiliki bel di bagian pintunya. Ia disambut oleh poster anak anjing dan mobil balap pada bagian temboknya, disusul oleh kehadiran sosok Shuji yang barju saja melakukan surfing. Sambil meminta maaf, ia langsung berganti pakaian.
Gadis cilik itu mengatakan bahwa ia baru pertama kalinya ke salon, sehingga Shuji langsung menunjukkan majalah berisi beberapa model rambut. Setelah selesai, gadis itu keluar dengan riang, disusul oleh pandangan Shuji ke arah pantai. Ia langsung bersiul memanggil anjing kesayangannya, sambil membayangkan suara Kyoko yang mengatakan bahwa dunia begitu indah sejak ia bertemu dengan Shuji.
TAMAT