
Sayangnya tidak jarang walau sudah menyesali kejahatan dan bertekad menempuh hidup baru dengan bersih, masa lalunya sering mengejar-ngejarnya. Begitulah yang dialami oleh seorang tokoh utama dalam film drama aksi Mandarin bertajuk "Bitter Taste of Blood"
Film besutan sutradara Albert Lai pada tahun 1986 mengisahkan tentang seorang anggota geng perampok yang diperankan aktor Hong Kong Ken Tong. Sang anggota geng itu ternyata merasa hidupnya hampa walau gengnya sering melakukan perampokan yang sukses. Walau banyak uang yang didapatkannya dari pekerjaan haram itu, hidupnya tetap tidak tenang dan hati nuraninya tahu bahwa pekerjaannya itu salah.
Tidak heran ketika geng Ken sekali lagi melakukan perampokan, ia tidak mau turut, bahkan pergi bersembunyi dalam sebuah pertanian di sebuah pulau sementara menunggu temannya merencanakan kepindahan Ken ke Taiwan. Ken berencana membuka hidupnya di sana dengan lembaran baru dan meninggalkan masa lalu kelamnya. Kehidupan sederhana dan ketenangan di desa pertanian itu membuat Ken merasa menemukan tempatnya di hidupnya.
Sejak lari dari gengnya, Ken barulah mulai merasakan kebahagiaan yang selama ini tidak pernah dirasakannya. Bahkan hidupnya makin terasa lengkap ketika Ken jatuh cinta pada putri pemilik pertanian dimana ia tinggal. Ternyata putri pemilik pertanian yang diperankan Cher Yeung pun membalas cintanya dan mereka berdua pun menyusun rencana untuk masa depan. Sayangnya belum sempat rencana itu terlaksana, para anggota bekas gengnya mencium keberadaan Ken dan hendak membunuhnya untuk membungkamnya.
Bagaimana Ken harus menghadapi para anggota bekas gengnya yang hendak membunuhnya ? Akankah Ken bersama kekasihnya bisa menempuh hidup baru seperti yang direncanakan ? Anda saksikan saja tayangan Sinema Fajar bertajuk Bitter Taste of Blood pada hari Senin (03/07) pukul 02.00 WIB di Indosiar.