Baru saja dimulai, kontes sudah menghadirkan kejutan dengan meminta kontestan untuk menunjukkan bakat yang dimiliki. Siapa sangka, aksi bela dirinya (dengan korban seorang pria) terhadap pengganggu sukses memikat dewan juri.
Cobaan bagi Tsukushi belum berakhir, tiga rivalnya di sekolah kembali menyabot pakaian yang telah dipilihnya. Namun di luar dugaan, penampilan gadis itu yang 'sedikit' compang-camping malah menyita perhatian seorang juri asing. Di tempat lain, Doumyouji menyetujui persyaratan ibunya untuk menjauhi Tsukushi bila gadis itu gagal menang di Teen of Japan.
Kemenangan Tsukushi mendapat pujian dari Ayano, meski gadis itu menuturkan tidak akan kalah dari sang rival mengingat dirinya adalah tunangan Doumyouji. Di saat genting, muncul bantuan dari pihak tak terduga yang merasakan pahitnya kekalahan : Sakurako.
Berkaca dari pengalaman pribadinya, Tsukushi menyampaikan pidato dalam bahasa Inggris (yang pas-pasan) dengan cara yang cukup memukau. Dengan sedikit keberuntungan (yang dibantu dengan kemenangan lewat proses suit), Tsukushi berhasil menjadi finalis menemani Ayako. Protes yang disampaikan penonton langsung terhenti oleh suara khas seseorang : DOumyouji.
Penentuan hasil akhir yang krusial meminta kedua kontestan untuk bermain dengan sejumlah anak-anak dalam waktu setengah jam. Bisa ditebak, Tsukushi langsung kalah bersaing dari Ayano dalam hal merebut perhatian. Tapi dengan gayanya yang khas, ia berhasil membalikkan keadaan. Tapi Tsukushi tetap Tsukushi, ia tetap melibatkan Ayano.
Berdasarkan keputusan juri hasil perundingan yang cukup alot, akhirnya ditentukan Ayano sebagai pemenang. Sudah tentu, keputusan itu membuat Tsukushi dan pendukungnya kecewa luar biasa. Namu di bagian penutup, juri ternyata juga memberikan hadiah sebanyak 1 juta yen pada Tsukushi, yang langsung mendapat tepuk tangan meriah dari semuayang hadir sebagai tanda dukungan.
Siapa sangka Tsukushi tetap jadi pemenang, Ayano mendatangi ibu Doumyouji dan menyebut kalau putra wanita itu jauh lebih berhak bersanding dengan sang rival dibanding dirinya. Saat Tsukushi merayakan 'kemenangan' juara keduanya, ada satu orang penting yang absen : Doumyouji.
Lewat telepon, Doumyouji memberi selamat sambil memberitahu bahwa semua hutang-hutang dan pekerjaan ayahnya telah kembali seperti sedia kala. Saking senangnya, Tsukushi tidak sadar kalau ada harga mahal yang harus dibayar pemuda itu.
Mempersiapkan hadiah untuk pria yang semakin disukainya sejak malam, akhirnya Tsukushi tahu apa yang terjadi : demi dirinya, Doumyouji menyetujui permintaan ibunya untuk terbang ke New York. Keruan saja saat diberitahu Rui, gadis itu langsugn merasa bersalah. Namun demi menutupi perasaannya, ia meminta Rui untuk menemani menghabiskan hari itu bersama-sama.
Tapi, Rui yang tidak bisa dibohongi berhasil mendesak Tsukushi untuk menyusul Doumyouji yang akan terbang dengan pesawat pribadinya. Berjalan sambil tersenyum lega, siapa sangka ada kejutan bagi dirinya : kemunculan Shizuka yang secara tersirat menyatakan perasaannya kepada pemuda itu.
Didalam mobil saat menuju tempat keberangkatan Doumyouji, Tsukushi membaca surat yang berisi pernyataan jujur pemuda itu, yang juga menghadiahkan kalung Saturnus. Dengan tergopoh-gopoh, gadis itu berlari mengejar pesawat jet yang nyaris bertolak.
Di luar kebiasaan, kali ini ibu Doumyouji memperbolehkan pesawat untuk berhenti supaya sang putra bisa mengucapkan perpisahan dengan Tsukushi. Dengan berbcucuran air mata, Tsukushi akhirnya mengaku kalau dirinya telah jatuh cinta pada Doumyouji, yang langsung menyambutnya dengan pelukan erat. Tentunya, perpisahan tersebut hanya untuk sementara.
TAMAT