
Kelahiran sepasang bayi bernama Centring Manik dan Nimbang Waringin di istana negeri atas angin telah membuat gempar Dasaraga dikerajaan raksasa. Hal mana diyakini oleh Dasaraga bahwa kedua bayi perempuan itu kelak akan mampu menghancurkan keberadaan bangsanya. Atas alasan itulah, Dasaraga menyerang istana negeri atas angin untuk membinasakan kedua bayi tersebut.
Akan tetapi Jagatnata berhasil mengasingkan kedua bayinya ke bumi. Hingga akhirnya masing-masing bayi yang dimasukan ke dalam sebuah cupu, ditemukan oleh pasangan suami istri yang berbeda tempat dan karakter. Centring Manik ditemukan oleh sepasang suami istri pemilik padepokan dan terkenal sangat bersahaja, yakni Ranggawayang dan Kalang Sutra. Sedangkan Nimbang Waringin ditemukan oleh sepasang suami istri dukun beraliran hitam yang bernama Manggala dan Manggali.
Atas didikan dari kedua orangtua mereka yang berbeda karakter, telah membentuk kepribadian yang berbeda pula. Dimana Centring Manik tumbuh sebagai gadis yang lemah lembut, sangat bertolak belakang dengan sifat Nimbang Waringin yang dibesarkan melalui cara kekerasan dan penuh kekejaman. Namun demikian keduanya sama-sama mewarisi ilmu yang cukup tinggi dari kedua orangtua angkat mereka masing-masing.
Seiring dengan waktu, kedua gadis kakak beradik itu akhirnya bertemu sekaligus juga berseteru. Berawal ketika Centring Manik berhasil memenangkan sebuah sayembara yang diadakan oleh Puspa Mantri yang tak lain adalah calon suami Nimbang Waringin. Dengan cara menaklukan seekor Banteng Lilin yang terkenal buas dan kejam serta telah memakan banyak korban. Banteng Lilin mana sesungguhnya adalah utusan Dasaraga untuk mencari dan membinasakan Centring Manik dan Nimbang Waringin. Perseteruan kakak beradik yang hampir saling bunuh itu, berhasil dicegah oleh kemunculan sang ayah Jagatnata, sambil menjelaskan apa dan siapa mereka sesungguhnya.
Untuk menebus semua kesalahan dan kekejaman yang telah diperbuatnya selama ini, Nimbang Waringin akhirnya bersedia membantu sang ayah, untuk kembali merebut istana negeri atas angin yang telah lama dikuasai oleh Dasaraga. Sementara Centring Manik diperkenankan Jagatnata untuk tinggal selamanya dibumi dan hidup berbahagia bersama Puspa Mantri, yang sesungguhnya sangat mencintai Centring Manik.(indosiar.com/4nd)