
DAVINA (20 th) adalah putri pejabat kaya. Gadis itu frustrasi setelah ibunya meninggal dan papanya, Pak DAMAR menikah lagi dengan TERI yang membawa anak satu bernama SARAH yang masih SMA.
Pada suatu malam Davina dugem sama geng-nya yaitu KATRIN, LUNA, BELLA dan satu-satunya cowok di kelompok itu, RYAN. Davina ‘dikerjain?temen-temennya. Minumannya diberi obat. Polisi melakukan penggrebekan ke diskotik itu. Untungnya Davina berhasil lolos, Davina biarpun suka dugem, Davina bukan pemakai narkoba.
RAKA (24 tahun) wartawan yang ikut meliput penggrebekan itu kaget. Saat pulang, di parkiran dia menemukan sosok gadis yang pingsan di samping mobilnya. Karena hujan deras Raka membawa gadis itu dengan mobilnya meninggalkan diskotik. Raka membawanya ke rumah paviliunnya, karena gadis yang pingsan itu tidak memiliki identitas diri.
Raka menyerahkan mobil yang dia pinjam dari adiknya, RICKY. Ricky pergi karena ada keperluan. Raka tidak bisa menunggui cewek itu sampai siuman, karena ia harus balik ke kantor malam itu. Akhirnya, Raka menulis surat dan meletakkan kunci paviliun agar cewek itu bisa pulang kapan saja setelah dia sadar.
Cewek yang pingsan ini sebenernya adalah Davina. Pagi keesokan harinya, Davina terbangun dan terkejut melihat pakaiannya berbeda dengan yang dia kenakan saat ke diskotik. Davina membaca surat Raka, menghapal wajah Raka pada foto di kamar itu. Davina bertekad untuk mengetahui apa yang telah dilakukan cowok itu padanya.
Davina mahasiswi baru. Hari pertama di kampus, Davina kaget ketika melihat wajah cowok menyerupai Raka yang fotonya dia lihat di kamar paviliun. Apalagi saat itu Raka sedang ngobrol akrab dengan mahasiswi senior, MAYANG.
Dosen memberi tugas kepada semua mahasiswa untuk melakukan praktek lapangan. Davina kebagian tugas untuk magang di tabloid OPINI. Dan, lagi-lagi Davina harus kaget, karena wartawan yang akan membimbingnya selama magang adalah cowok yang wajahnya mirip Raka!
Setelah beberapa hari mengajak jalan (tugas), akhirnya Raka menjelaskan peristiwa malam itu kepada Davina. Mulanya Davina tidak percaya. Tapi begitu Raka membawa Davina menemui bibi pembantu di rumah utama, barulah Davina yakin bahwa yang menggantikan pakaiannya bukan Raka dan tidak terjadi sesuatu yang buruk terhadapnya.
Di sinilah, simpati Davina mulai tumbuh pada cowok itu. Namun, upaya pedekate Davina tidak berjalan mulus, karena dalam berbagai kesempatan Raka sering terlihat berdua dengan Mayang. Tapi, Davina nekat, dia harus mendapatkan Raka!
Sementara itu posisi Pak Damar mulai terancam. Tindakan korupsinya berhasil diendus Pak OSMAN, Redaktur Pelaksana OPINI dan meminta Raka untuk menyelidikinya, dimana Raka belum tahu kalau Pak Damar adalah ayah Davina. Para bodyguard-nya Pak Damar berusaha melakukan pengejaran terhadap pihak-pihak yang disinyalir mengetahui tindakan korup bosnya. Termasuk Raka!
Hubungan Raka dan Davina makin serius. Davina sendiri memilih untuk tinggal di kost, tidak bersatu lagi dengan ibu tiri dan saudara tirinya. Raka pun sudah berani mengambil keputusan, memilih Davina sebagai kekasihnya dan mengungkapkan kepada Mayang bahwa mereka sebaiknya berteman saja. Mayang yang santun dan lembut itu dengan hati perih harus mengakui kenyataan bahwa penantiannya selama ini sia-sia.
Suatu ketika Davina menemukan foto-foto ayahnya pada organizer milik Raka. Davina pura-pura bertanya siapa lelaki di foto itu. Lalu Raka menjelaskan bahwa dia sedang berusaha membongkar dugaan korupsi yang dilakukan Pak Damar. Davina kaget mendengarnya tapi berusaha menahan perasaannya!
Salah seorang rekanan Pak Damar terbunuh. Raka yang tengah berada di kontrakan dipanggil ke kantor karena ada polisi datang. Sayang, saat menuju kantor, bodyguard Pak Damar mengejarnya.
Bagaimana kisah selanjutnya? Apakah Raka berhasil meringkus Pak Damar?