
Indosiar.com - Adalah kisah tentang cinta kasih ibu kepada kedua anaknya dan cinta kasih dua anak kepada ibu mereka. Tapi cinta putih ini juga berkisah dan bersaksi tentang cinta putih dua gadis cantik kepada kekasih mereka masing-masing yang kakak beradik itu.
Cokronaggolo, kakek dari Dimas dan Damar, pemilik pabrik dan perkebunan teh Gunung Madu bermaksud mewariskan pabrik dan perkebunan teh yang seharusnya menjadi hak waris Salyo Saputro, anak pertamanya, bapak dari Damar dan Dimas yang sudah meninggal dan belakangan diketahui bahwa Salyo Saputro dibunuh oleh Danu Prakosa, adiknya sendiri yang bernafsu menguasai warisan itu.
Danu Prakosa tidak setuju warisan diberikan pada Damar dan Dimas, kedua keponakannya dan berniat mengangkangi warisan agar kelak bisa diwariskan ke Bramono, anak tunggalnya untuk mencapai tujuannya yakni membunuh Cokronaggolo, bapaknya sendiri serta menyuruh Gatot dan Teguh, kedua istrinya untuk membunuh pewaris syahnya, Danu Prakosa menguasai pabrik dan perkebunan teh itu.
Tapi empat belas tahun kemudian, Damar dan Dimas yang sudah dewasa kembali berkumpul dengan ibunya, Ibu Sari. Berkumpul kembalinya anak kedua anak dan ibu ini membuat Danu Prakosa gerah, maka kembali meluaplah keinginan Danu Prakosa untuk melenyapkan mereka.
Ia kerahkan kembali Gatot dan Teguh yang ia anggap harus bertanggung jawab atas kegagalan tugas mereka dimasa lalu. Ia paksa Bramono, anaknya untuk membantu menyingkirkan Damar dan Dimas, serta ibu mereka yang sewaktu-waktu akan menuntut kembali hak mereka.
Namun Damar dan Dimas sudah anak-anak lagi. Mereka sudah tahu hak mereka dan mereka pun sudah tahu bagaimana membalas perlakuan buruk Danu Prakosa... (And)