HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
SINOPSIS

Coach Carter



Masalahnya demi mengejar prestasi dan presiste tinggi di bidang olahraga, tidak jarang pelatih itu mengabaikan nilai-nilai akademis anak-anak didiknya. Tidak heran jika banyak anggota tim olahraga sekolah sering jeblok nilai akademiknya walau berprestasi bagus dalam olahraga. Celakanya sikap tak peduli pada akademik juga dianut oleh para siswa anggota tim olahraga sekolah.

Tentu saja tidak semua pelatih olahraga bersikap seperti itu. Seperti halnya dalam film bertajuk "Coach Carter" yang berdasarkan kisah nyata tentang seorang pelatih basket sebuah SMU di Richmond, California, Amerika Serikat. Pelatih tersebut yang bernama Ken Carter melakukan tindakan yang dianggap sebagian masyarakat Amerika sebagai tindakan kontroversial karena melarang para pemain tim basket sekolahnya berlatih atau bertanding basket sebelum memperbaiki nilai-nilai akademik mereka.

Ken Carter sendiri yang diperankan aktor kawakan Samuel L. Jackson adalah mantan bintang basket yang berhasil berprestasi dalam Liga Basket All American. Ketika menjadi pelatih basket sukarela tanpa bayaran di almamaternya SMU Richmond, pelatih lama mengeluh anak-anak didiknya tidak berminat belajar di kelas. Carter yang memandang penting pendidikan, pun bertekad mengatasi permasalahan itu. Dengan berani, Coach Carter menghadapi anak-anak didik barunya dan meminta mereka menandatangani kontrak untuk mendapatkan nilai akademis yang cukup agar tetap bisa menjadi anggota tim basket.

Keberanian itu mengejutkan tidak hanya anak-anak didiknya, melainkan sekolah dan juga masyarakat kota Richmond. Sebab tim sekolah SMU Richmond mempunyai prestasi yang tak pernah terkalahkan dalam melawan tim basket tim sekolah lain. Walau mendapat tentangan dari para anggota tim basket yang beranggapan masa depan mereka terletak di NBA, bukan pendidikan, Carter tidak mau kalah gertak. Bahkan ia mengunci ruang olahraga dan melarang adanya pertandingan basket. Namun tidak semudah itu, sebab salah satu bintang basket bernama Kenyon Stone (Ron Brown) menghadapi masalah dengan kehamilan pacarnya, Kyra (Ashanti).

Samuel L. Jackson, pemeran Coach Ken Carter, sudah tentu dikenal Anda sebab telah banyak filmnya yang beredar di Indonesia. Sebut saja "Pulp Fiction", "Sphere", "Shaft", "SWAT", "Star Wars Episode 1: The Panthom Menace", "Unbreakable" dan masih banyak lainnya. Yang unik, Jackson sengaja berperan dalam "Coach Carter" karena punya pandangan sama dengan sang pelatih bahwa masa depan anak-anak terutama kulit hitam adalah terletak pada pendidikan. Sementara itu, Kyra diperankan Ashanti yang memang tak lain adalah penyanyi R&B ternama. Ia memang ingin terjun ke dunia akting.

Nah, bagaimana penampilan Samuel L. Jackson sebagai pelatih basket Ken Carter dalam "Coach Carter" ? Jika Anda memang ingin menyaksikan film yang kini masuk ke dalam jajaran box office Amerika, harap bersabar sebab "Coach Carter" masih beberapa waktu lagi untuk masuk ke Indonsia.


***
Fachri 

 

Bookmark and Share