HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
SINOPSIS

Sinema Dini Hari

Damar Wulan & Minak Jinggo

Tayang: 13-Apr-2013 02:00 WIB

Damar Wulan & Minak Jinggo

Baca Juga:


Tags:

ftv drama damar wulan gentabuana sinema tv laga kolosal

Berita HOT:

PT Majapahit dipimpin oleh seorang direktris bernama Kencana Wungu dan wakilnya Logender seorang yang culas. Dalam sebuah peristiwa, Kencana Wungu nyaris saja dibunuh oleh komplotan pembunuh bayaran.

Untungnya, percobaan pembunuhan tersebut digagalkan oleh pemuda desa bernama Damar. Damar sendiri belakangan dikenal dengan panggilan Damar Wulan karena alasan simpel : mempunyai kekasih bernama Wulan.

Di masa lalu, PT Majapahit yang dipimpin oleh ayah Kencana Wungu berkembang pesat berkat nasihat Ustadz Udara sahabat karibnya. Sayang, belakangan ustadz Udara belakangan pergi dan meski ayah Kencana Wungu berusaha mencari, ia tidak berhasil menemukan sahabatnya tersebut.

Setelah kematian ayahnya, Kencana Wungu-lah yang menggantikan sebagai pengendali perusahaan. Demi kembali memajukan perusahaan, ia memanggil putra ustadz Udara untuk membantu.

Bisa ditebak, putra sahabat baik mendiang ayahnya tersebut ternyata adalah Damar Wulan. Saat Damar Wulan masuk ke kantor, baik Kencana Wungu maupun Damar Wulan sama-sama kaget karena mereka sudah pernah bertemu sebelumnya.

Sementara itu, kondisi PT Majapahit semakin genting setelah PT Blambangan Corporation Group (BCG) yang sebenarnya punya hutang pada perusahaan milik Kencana Wungu tersebut tiba-tiba mensomasi ke pengadilan dan malah balik menyebut bahwa PT Majapahit-lah yang berhutang.

Demi menyelamatkan perusahaan, Kencana Wungu memberi tugas pada Damar Wulan untuk mencari dokumen perusahaan yang hilang, yang isinya menjelaskan bahwa PT BCG-lah sebenarnya yang punya hutang pada PT Majapahit.

Dengan penuh keberanian, Damar Wulan memasuki PT BCG. Ia akhirnya berhasil menemukan dokumen tersebut, yang ternyata disimpan dalam tabung besi kuning di rumah direktur PT. BCG bernama Menak Jingga. Akhirnya, PT. BCG kalah dalam persidangan dan harus membayar hutang mereka pada PT Majapahit.(indosiar.com/4nd)

Bookmark and Share