
Berulang kali meminta ijin keluar untuk berbicara di ponsel, Xiao Long dan Mao Guai sadar kalau dalam diri KO telah bersarang kekuatan jahat, namun yang mereka tidak sadari adalah bahwa semua itu berasal dari Lucifer.
Tidak ingin kembali ke kehidupan lamanya, KO nekat membunuh sahabatnya A Dong dengan tali. Ia tidak sadar bahwa semua itu adalah rencana busuk Lucifer untuk mendatangkan Heaven, yang kemudian memicu para pendukungnya termasuk Ghost dan anak buahnya untuk merayakan keberhasilan itu dengan menari tanpa henti.
Dipenuhi rasa bersalah, KO kembali ke kediaman pendeta Mai Zi dan tanpa sengaja mendengar pembicaraan nenek Nai Nai yang rupanya telah mengetahui perbuatannya. Lagi-lagi KO yang telah dikuasai perasaan jahat tidak bisa menghentikan aksinya, ia menusuk wanita malang itu dengan belati. Namun alangkah terkejutnya dia, ternyata Lucifer telah menyamar sebagai nenek Nai Nai.
Ketika sedang memberi kotbah, pendeta Mai Zi dikejutkan oleh kemunculan sekumpulan orang berdandan aneh ke dalam gereja, yang kemudian menari mengelilingi KO yang muncul belakangan. Dari situ ia akhirnya sadar apa yang terjadi, dan begitu pemuda itu ambruk, ia melakukan ritual pengusiran roh jahat di rumah terhadap diri KO.
Bao Bei yang tidak tahan melihat kejadian yang menimpa KO mulai merasakan keyakinannya goyah lagi, danmemutuskan untuk pergi sendirian ke tempat hiburan miliknya. Di sana, ia didatangi Ghost yang kembali memintanya untuk melupakan Hero dan yang lain serta ikut dengannya ke dunia kegelapan.
Ternyata usaha pengusiran roh jahat yang dilakukan pendeta Mai Zi sia-sia, pasalnya KO dipenuhi rasa bersalah karena telah menyakiti orang lain. Dengan penuh rasa penyesalan ia berlari dan meneteskan air mata, dan siapa sangka air mata itu membuatnya melakukan tarian Bintang Kemarahan, yang dilarang oleh mendiang Hero, dan membuatnya semakin dekat ke Lucifer.
Aksi tarian itu langsung memicu reaksi dari kedua kubu, Ghost langsung berteriak kegirangan saat merasakan hawa jahat mulai berkecamuk di kota. Sebaliknya dengan Mao Guai dkk, mereka mulai waswas telah terjadi sesuatu dengan sahabatnya KO.(mdL)