
Rangga adalah seorang penjudi ulung, dia tidak segan-segan untuk menghabiskan seluruh uangnya di meja judi. Karena kebiasaan buruknya itu, ia malahan tega menggadaikan seluruh harta anak dan istrinya.
Rangga bahkan sama sekali tidak menghiraukan istrinya, Indah yang sedang sakit keras, ia masih enak-enakan bermain gila dengan wanita lain ketika istrinya meninggal dunia.
Nunik, anak satu-satunya hanya bisa bersabar menerima semua tingkah buruk ayahnya. Bahkan ia harus rela menerima Yuni sebagai ibu tirinya yang umurnya hanya terpaut dua tahun darinya.
Tapi malang nasib Yuni, karena setelah menikah dengan Rangga, ia justru bukan mendapat kebahagiaan tapi justru dia sering dipukul dan disiksa oleh Rangga.
Karena merasa sama-sama senasib, akhirnya Yuni dan Nunik berteman akrab, mereka saling menolong jika mereka dianiaya Rangga.
Suatu hari Rangga bermain judi dengan Tante Emma dengan taruhan rumah, namun sialnya, Rangga kalah telak sehingga akhirnya ia harus rela bengkel dan rumahnya menjadi milik Tante Emma.
Tapi Tante Emma sama sekali tidak menginginkan semua harta Rangga, ia justru menginginkan Nunik sebagai ganti bahan taruhannya, ia ingin Nunik bekerja di rumah bordirnya.
Rangga terpaksa menuruti permintaan Tante Emma, ia memaksa putrinya untuk bekerja dengan germo itu, tapi didalam hati kecilnya, ia menangis karena walau bagaimana pun Nunik adalah putrinya sendiri.
Bagaimana cerita selanjutnya? Apakah Rangga tetap bertingkah seperti itu dan membiarkan anaknya bekerja di rumah bordir Tante Emma?