
Kesal karena naitnya membunuh kuda dicegah Li Huai, Ge Ge melampiaskan kemarahannya dengan menghancurkan barang-barang. Ucapan Tuan Fang yang muncul belakangan malah membuatnya gundah, gadis itu mulai berpikir kalau sifatnya benar-benar buruk.
Sementara itu, Tuan Fang mendapat kabar bahwa kerajaan berniat mengganti gubernur daerahnya, sehingga otomatis posisinya ikut terancam. Namun, nasehat Zhao Cuan tidak diperdulikan dan pria tamak itu malah lebih memilih mendengar hasutan Zhang Zhen yang berusaha menjilat.
Kuatir kalau Li Huai bakal pergi selamanya, Ge Ge memacu kudanya ke kediaman Zhao Cuan dan menunggu hingga larut malam. Bahkan, saat pulang ia menolak dipayungi saat cuaca hujan. Akibatnya, gadis manja itu langsung demam tinggi keesokan harinya.
Kaget karena saat pulang Li Huai telah ada didalam rumah bersama seekor kuda, Zhao Cuan makin kecewa karena pemuda itu menolak untuk menjenguk Ge Ge. Sempat mengira kalau semua itu adalah strategi Zhang Zhen yang gemar menjilat, pria jujur itu baru sadar separah apa kondisi sang majikan setelah melihat sendiri.
Dengan wajah enggan, Li Huai berhasil diseret Zhaoi Cuan untuk menemui Ge Ge. Melihat kehadiran pria itu, kondisi putri keluarga Fang tersebut langsung membaik. Bukannya berterima kasih, Tuan Fang malah marah-marah dan di belakang Li Huai, menyebut bahwa pemuda itu tidak ada apa-apanya.
Tidak hanya itu, ia bahkan menghina istri keduanya di hadapan Zhang Zhen dan Zhao Cuan. Akibatnya, wanita itu marah dan berniat pergi dengan anak semata wayang mereka. Tentu saja, Tuan Fang langsung luluh oleh sikap tersebut. Tanpa ia sadari, kesempatan itu digunakan sang istri untuk menguasai rumah keluarga Fang.
Malamnya, Li Huai mendengar lantunan puisi yang diucapkan Zhao Cuan dan sadar kalau sahabat baiknya tersebut telah jatuh hati pada Ge Ge. Di tempat lain, Cai Yue dikepung oleh petugas pemerintahan yang telah mengetahui persembunyiannya.(mdL)