
Sadar kalau ilmu Cai Yue masih belum cukup, Xiao Xing meminta gadis itu berendam di air danau yang telah diberi ramuan, dan menotoknya saat gadis itu mengaku tidak tahan. Saat wanita itu pergi, muncul Li Huai yang langsung menarik gadis itu dari dalam air.
Karena tidak mengenali gadis itu, Li Huai meneruskan perjalanannya ke Xi Na untuk mengunjungi makam sang ibu. Saat sampai ia sangat kaget mendapati kuburan Sang Guan Yu Er telah digali, dan mencari tahu dari rahib biara. Dari situ pemuda itu baru tahu kalau sebuah kuil telah dibangun untuk sang ibu oleh gadis bernama Nona Fang yang dikenal kaya-raya.
Saat hendak masuk, Li Huai bertemu dengan sahabat lamanya Zhao yang kini namanya berubah menjadi Zhao Chuan yang bekerja sebagai pengurus biara. Sempat tidak mengenali, Zhao akhirnya menceritakan semua yang terjadi selama tujuh tahun belakangan, rupanya nona Fang adalah gadis kecil yang diselamatkannya saat hendak dijual sang ayah.
Yang membuatnya sempat heran, Zhao Chuan yang baik ternyata hanya pegawai rendahan sementara sahabatnya yang lain Zhang Mei (yang telah berganti nama menjadi Zhang Zhen) justru menjadi kepercayaan Nona Fang. Obrolan mereka terputus oleh kemunculan seorang pesuruh yang memberitahu kalau sang majikan terjatuh dari kuda.
Bergegas mendatangi Nona Fang, kehadiran Zhao Chuan ditepis oleh Zhang Zhen, yang diam-diam menaruh hati pada majikannya. Sifat liciknya kembali muncul saat tahu Li Huai telah kembali, dan memutuskan untuk mendatangi pemuda tersebut untuk menyampaikan sejumlah berita palsu.
Namun Li Huai bukan orang bodoh, ia tahu kalau sifat sahabatnya yang suka menjilat dan berbohong itu tidak berubah dan membuat Zhang Zhen mengira tipuannya telah berhasil. Pemuda itu memutuskan untuk menginap di tempat tinggal Zhao Chuan, dan meminta sahabatnya itu untuk berani menunjukkan kapasitasnya didepan Nona Fang.(mdL)