HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
SINOPSIS

Full House Episode 2



Waktu tiba di Korea, Ji-eun baru sadar kalau kepergiannya ke RRC adalah bagian dari rencana dua sahabatnya untuk menjual rumah peninggalan almarhum kedua orang tua gadis itu. Selain barang-barangnya ludes, mereka juga sukses 'menghilangkan diri'.

Saat sedang meratapi nasib, Ji-eun mendapat telepon dari Young-jae yang mengajaknya makan malam bersama. Di restoran, gadis itu dipertemukan dengan Hae-won dan Min-hyuk yang kebetulan juga berada di Korea. Maksud hati membuat saingannya memperebutkan hati Hae-won tidak enak, Young-jae mulai heran melihat Min-hyuk seolah tidak mengenal Ji-eun.

Obrolan keduanya belakangan baru menyadarkan pria itu kalau dirinya telah ditipu, ternyata Ji-eun hanya mengenal Min-hyuk secara sekilas. Saat tinggal berdua, Young-jae berusaha menumpahkan kekesalannya pada gadis itu namun malah mendapat tantangan. Tidak hanya itu, Ji-eun juga menyundul hidung Young-jae sehingga pria itu berteriak kesakitan.

Nasib kembali mempertemukan keduanya ketika Ji-eun harus keluar dari rumahnya dengan paksa. Awalnya gadis itu berniat melaporkan dua teman yang menipunya, namun dibatalkan karena sebuah kejadian di kantor polisi. Satu-satunya pilihan adalah meyakinkan si pemilik rumah baru, namun ternyata tidak semudah yang dibayangkan karena orang itu adalah Young-jae yang dibencinya.

Ketika mengobrol dengan Young-jae, Ji-eun berusaha sekeras mungkin untuk membuat pria itu menaruh belas kasihan. Namun yang terjadi malah sebaliknya, koper dan tas gadis itu dilempar keluar. Dasar keras kepala, Ji-eun memutuskan untuk bermalam didepan rumah.

Ji-eun dibangunkan dengan setengah paksa, gadis itu dengan wajah lesu beringsut pergi. Belakangan saat bertemu kembali, Young-jae terkejut saat merasakan tubuh gadis itu panas. Dengan cepat, Ji-eun dibopong kedalam rumah dan dirawat dengan telaten. Hatinya semakin tergerak saat membaca diari Ji-eun, seolah Young-jae mampu merasakan kesepian gadis malang itu.

Paginya Young-jae mengira Ji-eun masih sakit dan meninggalkan gadis itu sendirian dirumah, namun gadis itu ternyata sudah sembuh dan menghabiskan makanan dirumah. Saat kembali, Young-jae cuma bisa melongo melihat makanan didalam kulkasnya sudah tidak lagi berada dalam kondisi utuh.




*****
mdL

Bookmark and Share