
Ji-eun yang mulai tidak menyukai kehadiran Hae-won malah ketiban sial. Selain disuruh mengantarkan makanan ke rumah sakit, ia juga diminta untuk membantu nenek Young-jae berkebun. Hasilnya, sang nenek malah cedera karena berbagai tindak ceroboh cucu menantunya.
Ketika bertemu Min-hyuk, Young-jae mengancam sang 'kakak' untuk tidak menyakiti Hae-won tapi hanya ditanggapi dingin. Kekesalannya dilampiaskan ke Ji-eun saat sampai dirumah, bahkan ia malah berulah dengan lupa membawa cincin pernikahannya yang tertinggal di tempat Hae-won. Sikap tersebut membuat Ji-eun kembali minggat dari rumah, dan membuat Young-jae kelimpungan.
Masuknya Hee-jin dan Dong-wok secara tidak sopan semakin membuat amarahnya memuncak, namun Young-jae tidak berkutik karena mendapat ancaman. Beruntung tak lama kemudian Ji-eun kembali, dan berhasil melakukan perjanjian. Bosan terus bertengkar, Ji-eun melakukan perjanjian dengan suaminya untuk sama-sama menjaga emosi mereka.......yang hanya bertahan semalam.
Perhatian berlebihan Young-jae terhadap Hae-won diam-diam membuat Ji-eun cemburu, namun ia mampu mengatasinya, bahkan berhasil diterima di kalangan keluarga Young-jae. Ia juga terlibat pembicaraan di telepon dengan sang suami yang ada dirumah. Lagi-lagi keakraban tersebut tidak bertahan lama, sehingga Ji-eun kembali harus putar otak membuat perjanjian baru.
Meski setuju, Young-jae tidak tahan dengan perubahan sikap Ji-eun. Pada akhirnya, tingkah pria itu bisa memancing kemarahan sang istri, yang kali ini tidak mau dibujuk dengan es krim. Terpaksa Young-jae mengeluarkan jurus pamungkasnya : bernyanyi.(mdL)