
Adegan dimulai ketika Dahlia (17 tahun) sedang bermain di pematang sawah sambil mengejar burung-burung yang memakan padi yang menguning. Diantara para buruh padi tampak Ibu Dahlia, Bu Nela (30 - 35 tahun) yang batuk terus sampai mengeluarkan darah kemudian pingsan.
Sementara disebuah perusahaan seorang pemuda kaya Aldo (19 tahun) sedang ribut dengan tunangannya Meri (18 tahun). Tak jauh dari situ sepupu Aldo dan rekan kerjanya Doni (19 tahun) tampak sedang melepas rem mobil Aldo. Mobil Aldo melaju kencang dan hilang kendali ketika sebuah truk menyalip. Mobil keluar jalur dan berputar-putar.
Sementara dirumah yang tampak sederhana Bu Nela terbaring sakit. Dahlia tidak bisa membawa ke rumah sakit karena tidak ada biaya. Ia pergi ke rumah tetangganya yang kaya Bu Rita (30 tahun) untuk pinjam uang, namun Bu Rita malah memaki dan pukul serta jambak Dahlia. Ini karena Bu Rita memiliki dendam kesumat dengan Bu Nela dan Dahlia.
Bu Nela adalah isteri kedua dari suami Bu Rita, Pak Harun yang telah meninggal. Bu Rita semakin membenci Dahlia karena Pak Harun memberikan kalung milik ibunya dan rumah mereka ke Bu Nela. Di jalan Dahli melihat sebuah mobil yang menabrak pohon tampak Aldo terhantuk setir mobil.
Dahlia menyelamatkannya, ketika ditanya siapa namanya Aldo tidak bisa menjawab, ia amnesia. Namun dilehernya ada kalung tertulis nama Aldo. Sementara Bu Rita menagih hutang ke Dahlia. Aldo membayar dengan kalung emasnya. Bu Rita tampak kesal dengan Aldo yang menghancurkan rencananya untuk ambil rumah Dahlia.
Kesedihan Dahlia berubah bahagia bersama Aldo, mereka menghabiskan waktu bersama duduk dibawah air terjun atau melihat matahari tenggelam sehingga timbul perasaan cinta. Bu Nela merasa hidupnya tak lama lagi, ia ingin melihat Dahlia menikah dengan Aldo.
Mereka pun menikah. Selepas menikah, Bu Nela meninggal namun sebelum ia menyerahkan kalung dan sertifikat rumah. Ibunya berpesan bahwa kedua sementara itu keadaan paman Amir semakin parah, ia meminta Aldo menikah secepatnya dengan Meri.
Aldo bingung. Meri senang karena rencananya berjalan baik, ia sibuk mengatur semua pernikahannya dari baju, resepsi, dll.
Sementara itu Bu Rita sadar akan kesalahannya ketika perawat kasih tahu bahwa Dahlia orang yang mendonorkan darah dan menyelamatkannya. Apalagi seorang pasien lainnya bilang bahwa Dahlia merawat dan menunggui Rita, seperti ibunya sendiri sedangkan Meri tampak tak pernah menjenguk.
Sesampainya dirumah Meri, Bu Rita tampak kecewa dengan penjelasan Meri yang tidak bisa melihatnya karena sibuk persiapan acara pernikahannya. Meri cerita bahwa rencana mereka telah berhasil karena sekarang Dahlia sudah bersama dengan Doni yang psikopat. Bu Rita tampak cemas.
Sementara dirumah Doni, Doni yang psikopat terus saja menyiksa Dahlia. Ia memukul Dahlia sampai berdarah tampak tetesan darah dan robekan baju Dahlia dilantai. Bu Rita menceritakan semua kejahatan Meri cs ke Aldo, Aldo tersentak dan lekas ke tempat Meri.
Meri marah besar dan hendak memukul Bu Rita, namun Aldo menahannya. Aldo paksa Meri kasih tahu keberadaan Doni, namun Meri tidak mau polisi mengancam jika Meri tidak mengatakan ia akan dipenjara. Akhirnya Meri kasih tahu setelah Aldo dan polisi pergi, Meri telpon Doni.
Doni lekas pergi bawa uang dan Dahlia. Sementara itu Aldo dan polisi sampai di hotel. Didalam kamar hotel, Aldo marah besar lihat robekan naju dan tetesan darah Dahlia. Terjadi kejar-kejaran mobil Aldo dan Doni, sampai mobil Doni menghindari truk oleng dan jatuh.
Dahlia berusaha keluar dengan tangan terikat. Doni lekas mengambil pistol, namun ditendang oleh Aldo terjadi perkelahian. Sampai akhirnya Doni menodongkan pistol ke Dahlia. Polisi datang dan menodongkan senjata ke Doni.
Doni kalap dan bilang akan mati bersama Dahlia, ia terus mundur-mundur dan akhirnya jatuh ke jurang. Aldo lekas menarik tangan Dahlia keatas. Mereka akhirnya berpelukan. Aldo membawa Dahlia kerumahnya untuk sementara dirumah itu, paman Amir tampak sangat senang dengan kesopanan dan kerajinan Dahlia.
Sementara Doni pulang ke rumah dan melihat Aldo memeluk Dahlia karena Dahlia menunjukan foto pernikahan mereka. Doni benar-benar terbakar api cemburu.(indosiar.com/4nd)