
Vonis yang diberikan tidak menggembirakan : meski tidak ada cedera permanen, namun cedera di bagian syaraf kaki membuatn Shinkai hampir pasti harus melupakan pekerjaan sebagai pilot. Begitu mendengar penuturan itu dari sang ayah, Shinkai sangat terpukul dan minta ditinggalkan sendiri.
Membayangkan kecintaannya terhadap terbang harus berakhir, Shinkai tidak tahan untuk tidak menangis. Mendengar insiden yang terjadi itu, pihak manajemen memutuskan untuk menawari Shinkai pekerjaan sebagai seorang pramugara. Namun, Kapten Kouda sepertinya mempunyai ide lain.
Sikap Kouda yang begitu dingin membuat Noriko tidak tahan untuk melampiaskan kekesalannya pada sang mantan kekasih, dan meminta pria itu memikirkan perasaan Shinkai sebelu mengambil keputusan. Di rumah sakit, dengan gigih pemuda yang dimaksud meneruskan proses rehabilitasinya dengan satu tekad : sembuh dari cedera dan bisa kembali menjadi seorang pilot.
Marah besar karena sang ayah ikut pesimis, Shinkai yang nyaris mengamuk tercenung saat melihat pria yang membesarkannya itu meneteskan air mata. Berada di luar dan ingin menjenguk, Kapten Kouda mengurungkan niatnya dan beranjak keluar dari rumah sakit.
Sebulan setelah kecelakaan, Shinkai akhirnya bisa kembali pulang (meski lagi-lagi harus mendapat 'sambutan' meriah dari tetangganya ****). Belum lama tiba, tiba-tiba ia mendapat kunjungan tak terduga dari Ayumi, yang mengingatkan akan janji Shinkai untuk membawanya terbang ke Honolulu.
Sadar kalau sang kekasih sangat sedih, Ayumi membawa Shinkai ke pinggir sebuah dermaga dimana dengan tangannya, Shinkai berusaha meraih matahari dan teringat dengan saat dimana ia masih menjalani latihan terbang. Sambil menghapus air matanya, Shinkai menjanjikan AYumi kalau ia akan sembuh dan kembali terbang.
Menghadap pihak manajemen untuk cuti demi menjalani rehabilitasi, Shinkai terkejut mendengar Kapten Kouda telah mengajukan surat pengunduran diri. Dengan bermodal tongkat jalan, ia bergegas mencegat pria yang dikaguminya itu. Saat bertemu, dengan jengkel Shinkai mengatakan bahwa dengan melakukan itu, berarti Kapten Kouda juga sudah yakin ia tidak akan sembuh.
Berkat 'bujukan', Kapten Kouda akhirnya merobek surat pengendalian dirinya. Dengan semangat menggebu, Shinkai akhirnya menjalani proses rehabilitasi yang panjang dan melelahkan. Belakangan ia mendapat kabar alternatif untuk sembuh, namun bila cara itu gagal maka pemuda itu akan cacat seumur hidup.(mdL)