HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | INVESTOR RELATION
SINOPSIS

Sinema Unggulan

Hidupku di Sebuah Koper

Tayang: 1-Feb-2013 22:00 WIB

Hidupku di Sebuah Koper

Tags:

sinema minggu spesial liburan

Berita HOT:

ZAHRA (5 th) panik... ketika sedang liburan ke Bandung sama kedua orangtuanya (HANI – 32 th dan PANDU - 34 th) tiba-tiba mereka berantem ribut, sehingga terucap kata cerai dari mulut Pandu. Keributan itu dipicu oleh Pandu yang hobi ngaret ketika janjian sama keluarganya, karena lebih mementingkan kerjaannya.  Bahkan dalam kondisi liburan yang disepakati begini, tiba-tiba Pandu langsung ngajak balik ke Jakarta karena ada meeting mendadak dengan kliennya.

Bagi Hani, Pandu udah terlalu sering mengabaikan ia dan anak mereka. Tapi bagi Pandu, ia kerja keras seperti ini demi mereka agar bisa hidup lebih baik. Semua uang yang ia hasilkan toh juga untuk keluarga.

Dari Bandung, Hani pun berniat mau langsung pulang ke rumah orangtuanya di Bekasi. Sementara Pandu mau pulang ke rumah mereka di Jakarta. Mereka kemudian rebutan ZAHRA.  Si anak ditarik ke kanan, ke kiri sampai koper kecil yang dibawa Zahra kebanting dan isinya tumpag semua ke luar.

Akhirnya Hani yang berhak membawa ZAHRA ke rumahnya di Bekasi, karena Zahra maunya ikut sang Mama. Sampai akhirnya perceraian itu benar-benar terjadi. Oleh pengadilan hak asuh atas ZAHRA jatuh pada Hani. Pandu gak terima dan berusaha banding. Dan diputuskan Zahra boleh menginap di rumah Pandu, paling tidak seminggu sekali. Itu pun harus dengan persetujuan Hani.

Begitulah... akhirnya sejak itu ZAHRA pun hidup bersama koper barbie-nya, mondar-mandir dari rumah papanya ke rumah nenek (orang tua mamanya) di Bogor. Kalo bisa ngomong mungkin koper itu akan teriak karena harus diseret ke sana ke mari, dibuka tutup.

Awalnya semua berjalan lancar. Papa-mamanya masing-masing ingin memberikan yang terbaik untuk anak semata wayang mereka. Berlomba-lomba ingin membuktikan bahwa mereka pantas untuk mendapatkan  hal asuh tunggal atas ZAHRA. Pandu yang terbiasa super sibuk sengaja mengambil cuti supaya bisa menghabiskan waktu berdua dengan ZAHRA. ZAHRA pun menyeret kopernya ke rumah sang Papa dan menikmati waktu berduanya bersama sang Papa. Hani juga gak mau kalah, ambil cuti juga. ZAHRA pun kembali menyeret kopernya ke rumah sang Mama.

ZAHRA senang, tapi juga sedih. Seandainya kedua orangtuanya gak bercerai, mereka pasti bisa bersama-sama selagi kedua cuti.

Tapi kemudian Pandu mulai punya teman dekat wanita (NINA – 35 th) yang rencananya akan dinikahinya.  ZAHRA gak suka sama Nina. Cemburu melihat papanya memanjakan perempuan lain selain mamanya dan dirinya. Kemudian ZAHRA selalu membuat ulah jika ketemu sama Nina. Make-up Nina dibuat mainan, diberantakan gak karuan, dibuang-buang. Lipstiknya dibuat nulis-nulis. Nina marah bukan main. Pandu ikut memarahi ZAHRA.

ZAHRA pun minggat ke ke rumah mamanya di Bogor, naik taksi sendiri, sambil menyebutkan alamat mamanya. Sampai di Bogor, ternyata rumah itu dikunci, karena sang Mama sedang workshop ke Bandung. Neneknya juga sedang pergi ke luar kota mengunjungi anaknya yang lain.

Akhirnya ZAHRA kembali ke Jakarta. Bertekad gak mau balik ke rumah Mama maupun papanya. Dia ingin hidup sendiri, ia capek begini terus. Hingga Zahra kesasar di sebuah perkampungan kumuh. Di sanalah ZAHRA kenal dengan ARUM (45 th), seorang janda dengan seorang putra (LANO - 19 th), sekaligus guru suka rela yang mengajar anak-anak gelandangan, pengamen dan pengemis belajar membaca dan menulis.

Di sana Zahra menemukan teman-teman yang baik dan perhatian dari Arum yang sudah menganggapnya seperti anak sendiri dan Lano yang menyayanginya seperti pada adik sendiri.

Arum mau mengantarkan ZAHRA pulang, tapi ZAHRA bersikeras mau tetap tinggal di situ. Akhirnya Arum menunggu sampai ZAHRA siap kembali ke rumah ortunya.

Semula Pandu pikir ZAHRA ada di rumah Hani. Hani pikir, ZAHRA juga ada di rumah Pandu. Mereka gak saling komunikasi karena gengsi.

Sampe seminggu kemudian baru mereka ngeh kalo ZAHRA ngilang. Mereka pun kalang kabut mencari keberadaan ZAHRA. Polisi dikerahkan. Pamflet disebar. Pengumuman di di tv dan radio. Plus iming-iming hadiah bagi siapa saja yang menemukannya.

Arum kasih tau soal ZAHRA yang dicari-cari ortunya. ZAHRA gembira mendengarnya, karena itu berarti dia masih punya arti buat mereka. Padahal saat itu ZAHRA sudah hidup ‘tenang’ dengan anak-anak terlantar itu. Makanya ZAHRA tetap gak mau pulang.

Untungnya Arum dan Lano berhasil membujuk ZAHRA untuk kembali ke rumah ortunya. Pertemuan mengharukan pun terjadi. Pandu dan Hani berusaha memberikan yang terbaik untuk ZAHRA, walopun mereka tetap gak bisa bersama. Tapi ZAHRA maunya lebih. Dia ingin kedua ortunya bersama lagi. Karena tak mendapatkan apa yang dia inginkan, ZAHRA pun minggat dari rumah mamanya di Bogor.

Hani panik mengetahui ZAHRA minggat. Mengetahui itu Pandu pun marah, menyalahkan Hani yang gak bisa jagain ZAHRA. Mereka lalu menuju ke perkampungan kumuh tempat Arum mengajar. Siapa tau ZAHRA ada di sana.

Ternyata benar, ZAHRA memang balik ke perumahan kumuh itu. Dia lalu minta sama salah satu gelandangan PUJO (20 th) untuk menculiknya. Tapi Pujo gak mau. Dia memang gelandangan, tapi bukan penculik. ZAHRA memohon. Tebusannya adalah supaya Papa dan Mama ZAHRA bersatu lagi, alias menikah lagi. ZAHRA lalu curhat tentang hatinya yang gak bahagia sejak ortunya cerai. Karena kasihan sama ZAHRA, Pujo pun bersedia pura-pura menculik ZAHRA.

Tapi rupanya situasi itu dimanfaatkan JONI (25 th) untuk menculik ZAHRA beneran. Joni cs pun menculik ZAHRA. ZAHRA panik. Untuk meninggalkan jejak, dia pun mengeluarkan satu per satu barang-barang, baju dll dari kopernya sampe ke markas Joni cs. Mereka lalu minta uang tebusan 1 milyar. Kalo gak nyawa ZAHRA taruhannya. ZAHRA katakutan. Pujo berusaha menenangkan ZAHRA. Dia yang akan membebaskan ZAHRA dari sekapan Joni.

Bersamaan Hani dan Pandu menghubungi polisi untuk membebaskan ZAHRA. Hani dan Pandu berhasil melacak keberadaan ZAHRA dari baju-baju dan barang-barang ZAHRA yang kececeran dari kopernya. Pas Polisi menyerbu sarang penculik, pas Pujo sedang berusaha membebaskan ZAHRA. Polisi malah salah sangka dikiranya Pujo penculik. Sementara Joni cs sudah kabur. Pujo pun ditangkap. ZAHRA berusaha memberi kesaksian kalo Pujo bukan penjahat.

ZAHRA pun menolak untuk dibawa pulang. Dia lebih memilih tinggal sama anak-anak gelandangan itu kalo papa-mamanya gak mau rujuk. Hani dan Pandu pun mencoba untuk bersatu kembali bersatu demi ZAHRA. Setelah dicoba, mereka kembali sering berantem. Tapi mereka selalu membuka diri untuk selalu komunikasi. Ternyata itulah kunci besar dalam hubungan mereka. Komunikasi. Hubungan seperti apapun percuma tanpa komunikasi yang baik. Hani dan Pandu pun mengabarkan pada ZAHRA bahwa mereka akan segera menikah kembali. Dan terakhir mereka memberi kejutan kalo ZAHRA sebentar lagi akan punya adik, karena ternyata... Hani sedang hamil saat cerai (dan keduanya sama-sama tak menyadari waktu itu). ZAHRA bahagia bukan main.

ZAHRA lega dan mengucapkan syukur pada Alloh. Sekarang dia bisa menyimpan kembali kopernya dan akan dipakainya kelak untuk perjalanan wisata bersama keluarga.

Bookmark and Share