
Adit masih belum sadarkan diri. Dokter menduga ada kemungkinan 'KOMA' sebab kehabisan banyak darah. Bu Ratna, Arman, Adrian dan Nanda berkumpul di kamar rawat Adit. Tak lama Marla datang diantar Juwita. Merekapun sedih melihat keadaan Adit. Keadaan Marla sendiri lemah karena pendarahan sehingga Marla pun pingsan lagi.
Polisi mendatangi rumah Juwita dengan tuduhan resmi dari Juwita atas penganiayaan. Kali ini Yuni dan Asnan tak bisa mengelak lagi. Mereka resmi ditahan. Juwita agak menyesali keputusannya. Odi meyakinkan kalau Juwita tidak benar. Orang salah harus dihukum. Allah juga menghukum manusia kok. Pasti mereka akan jadi manusia yang lebih baik nanti. Juwita setuju pada Odi dan mereka nampak bahagia.
Bu Ratna, Anna, Arman dan Adit semua datang menjenguk ADIT yang sudah siuman ditemani MARLA. Adit meminta maaf kepada Bu Ratna. Bu Ratna berpelukan dengan Adit. Semua menatap terharu. Surya menyadari bahwa perkawinannya dengan Shinta adalah hal terpenting. Surya tidak akan berhubungan dengan Yuyun lagi. Mereka terlihat bahagia.
Hari Lebaran tiba. Bu Ratna sekeluarga saling bermaaf-maafan. Anna, Adrian, Arman, Nanda, Lika, Adit, Ita, Surya dan Shinta, JUWITA dan ODI, juga bergantian mengucapkan selamat Idul Fitri pada Adit yang masih tak boleh bergerak dari tempat tidurnya. Adit berjanji kepada Marla bahwa dia akan selalu membahagiakan Marla dan bayi mereka. Mereka sangat bahagia.