
Awalnya pada tahun 80-an, film drama horor ini sangat sukses dipasaran mancanegara, sehingga tidak heran jika film ini dibuat beberapa sekuelnya dan tetap disambut dengan antusias oleh para pecinta film horor diseluruh dunia.
Kisah Howling ini pun diungkapkan secara sederhana namun sangat mencekam dan penuh kejutan-kejutan tiap scenenya. Manusia serigala yang hidup ratusan tahun merupakan latar belakang yang menjadi sasaran misteri. Film arahan Neal Sundtrom berusaha menyajikan yang lebih apik dari episode sebelumnya.
Kelahiran kembali Werewolf sangat dinantikan oleh beberapa kelompok yang menghendaki kehidupan abadinya. Namun, mereka tidak menyadari kehidupan maya yang diimpikannya menjadi malapetaka yang berkepanjangan dan memakan banyak korban. Pelakunya pun mudah ditebak, karena setiap korban tewas dengan cara mengenaskan dan tubuhnya tercabik-cabik oleh binatang buas.
Ketika itu, sekelompok orang yang punya latar belakang kehidupan berbeda berencana untuk berkumpul di sebuah kastil tua bergaya Romani. Mereka mulai berdatangan dan berkumpul di kastil tua yang berusia 500 tahun. Ternyata, tindakan mereka dengan upacara yang nyeleneh itu membuat kembalinya kehidupan sang pembunuh yaitu kelahiran sosok Werewolf yang ganas dan tidak mengenal belas kasih.
Pelan namun pasti, manusia serigala ini pun kembali membunuh mereka satu persatu dengan tubuh tercabik-cabik. Sebagian orang, ini merupakan tumbal tapi ini adalah awal bencana yang sangat tragis.
Bagaimana tindakan werewolf yang lahir kembali ditengah-tengah mereka? Mengapa mereka menginginkan kelahiran Werewolf? Apa motifnya dan berhasilkah manusia srigala ini ditumpas? Saksikanlah Sinema Fajar berjudul Howling V: The Rebirth di Indosiar.(indosiar.com/Fachri)