HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | INVESTOR RELATION
SINOPSIS

Sinema Drama Indonesia

Ibu, Untuk Apa Aku Hidup?

Tayang: 10-Dec-2012 12:30 WIB

Ibu, Untuk Apa Aku Hidup?

Baca Juga:


Tags:

sinema tv ramadhan rapi film

Berita HOT:

Indah dikarunia dua anak perempuan, namun yang anak pertama, Sofia,  menderita leukemia sejak kecil……. Masa pertumbuhan dia selalu dipenuhi dokter dan rumah sakit… Anak kedua, Kirana dari kecil selalu menjadi donor bagi kakaknya….. Tapi dia gak pernah ngeluh karena sangat sayang kakaknya…

Beberapa jam setelah Kirana lahir, ia sudah menyumbangkan sel darah tali pusar untuk kakaknya, Sofia. Setelah itu Kirana menjalani puluhan operasi, transfusi darah dan suntikan agar Sofia bisa melawan leukemia yang sudah dideritanya sejak kanak-kanak. Memang, untuk tujuan menyelamatkan hidup Sofia-lah, Kirana dilahirkan. Sebab tidak ada donor yang cocok untuk Sofia, entah itu orang tuanya. Oleh karena itulah, kehamilan Indah atas Kirana seolah ‘dirancang’ untuk melahirkan anak yang akan cocok menjadi donor yang bisa memperpanjang hidup Sofia.

Suntikan, transfusi darah dan operasi menjadi hal yang biasa dijalani Kirana demi Sofia – paling tidak itu yang diyakini oleh Indah dan Bima, kedua ortunya. Itulah yang membuat seumur hidupnya, Kirana tak punya kesempatan untuk hidup sebagai dirinya sendiri.

Ditambah dengan INDAH sang mama, yang suka membeda-bedakan Kirana dengan Sofia yang berprestasi di segala bidang. Dalam pendidikan Sofia selalu rangking satu. Sementara Kirana suka dinilai serampangan. Kirana memang tomboy dan cenderung pecicilan. Kegiatannya pun seputar ngedance dan main musik. Kirana sendiri dalam band-nya pegang gitar. Padahal Indah selalu melarang Kirana supaya jangan kecapekan dan menghemat tenaganya. Karena sebagai pendonor sumsum tulang belakang untuk Sofia, kondisi Kirana harus fit dan stabil.

Suatu ketika, Sofia didiagnosa gagal ginjal dan karenanya Kirana harus bersiap-siap merelakan satu ginjalnya untuk Sofia. Karena itulah permintaan sang Mama, meminta Kirana menyumbangkan ginjalnya untuk Sofia yang nyaris sekarat.

Saat itu Kirana sudah menginjak remaja. Dia mulai berani mempertanyakan tujuan hidupnya. Sampai kapan dia harus terus menjadi penyuplai kebutuhan kakaknya?

Di saat yang menentukan ini, Kirana membuat sebuah keputusan besar dengan menolak memberikan ginjalnya untuk Sofia. “Bagaimana jika aku mengalami gagal ginjal saat umurku tujuh puluh tahun? Di mana aku mendapat ginjal cadanganku?” Menurut Kirana dia punya hak untuk hidup layak dan normal seperti anak lainnya. Keputusan itu membuat keluarganya terpecah dan berakibat fatal untuk kakaknya, Sofia yang teramat disayanginya.

Bahkan dengan berani Kirana bicara sama mamanya, “Kalo Mama menggunakan cara yang salah secara moral untuk menyelamatkan hidup kakak, apakah itu menjadikan Mama Ibu yang baik? Ibu yang baik untuk siapa? Kak Sofia?! Terus bagaimana dengan aku? Aku juga anak mama”

Bukan Kirana tidak menyayangi Sofia, tapi ketika pada puncaknya, Indah meminta Kirana untuk mendonorkan satu ginjalnya untuk Sofia, hati Kirana mulai berontak.

Bima ingin mendukung Kirana, tapi juga kepikiran sama ‘nasib’ Sofia. Indah sendiri dinilai Kirana sebagai ibu yang egois karena ‘mengorbankan’ Kirana demi Sofia.

Setelah Kirana sempat meninggalkan rumah, pada akhirnya dari hati nurani Kirana yang paling dalam, dia gak tega melihat Sofia yang begitu menderita dan nyaris meregang nyawa di depan matanya. Ketika pada akhirnya, dalam lubuk hatinya yang terdalam dan iklas Kirana mau menyumbangkan ginjalnya untuk Sofia, giliran Sofia yang menolak ginjal Kirana. Dia lebih baik mati daripada harus terus mengorbankan adiknya untuk keselamatannya sendiri. Kirana berusaha meyakinkan Sofia, bahwa kali ini dia akan menyerahkan miliknya yang berharga untuk kakak yang disayanginya. Tapi Sofia mengatakan dia tahu hidupnya gak akan panjang dan jujur dia udah cape hidup kaya gini….. Dia minta orang tuanya ikhlaskan dia untuk pergi dengan tenang…..

Tapi apa mungkin seorang ibu yang mengandung anaknya di rahim untuk 9 bulan meliaht dia menafas terakhirnya didepan dia dan dia tidak bisa berbuat apa apa…. …….Namun itulah yang harus di buat Indah, merelahkan anaknya pergi dengan tenang……sesuatu yang paling berat bagi ibu… Sofia minta ke ibunya setiap lebaran dia selalu di rumah, tahun ini dia mau nikmati suasana takbiran di luar…. Indah tau ini akan jadi lebaran terakhir buat Sofia, dan dia mau pastikan ini lebaran yang terindah buat malaikat ekcilnya yang sejak lahir berjuang terus dengan maut….

 

Bookmark and Share