HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
SINOPSIS

Sinopsis Umum

Jangan Panggil Aku Anak Kecil

Tayang: 12-Apr-2007 19:00 WIB

PINKY GIRLS, itu teriakan Dita, Caca, Sasi dan Ila, ke empatnya menobatkan gank mereka dengan nama tersebut. Wajah mereka seakan sangat bangga kalau meneriaki nama gank kebanggaan mereka, karena keempat sobat itu memang sudah sobatan sejak TK karena rumah mereka saling bertetanggaan dan sampai SMP sekarang, mereka masih tetep satu sekolah, dan mereka berempat janji, sampai kuliah bahkan kerja, kalau bisa tetep di satu tempat yang sama.

Namun sayang, ada satu perbedaan diantara mereka berempat yaitu masa puberitas mereka pasti terjadi beda-beda dan itu menjadi resiko yang sangat besar karena asal tau aja, mereka berempat pengen banget cepet-cepet dianggap besar dan dewasa.

Dita yang badannya paling besar udah ketahuan banget kalau sudah memasuki masa puberitas alias sudah dapet menstruasi dan payudaranya sudah numbuh, dan itu di jadikan kebanggan tersendiri oleh Dita, makanya dia adalah yang paling sok dewasa diantara ke empatnya. Sementara tiga lainnya masih menunggu-nunggu saat-saat yang paling dinanti.

Gaya dan cara ngomong mereka bener-bener banget jauh dari gaya anak kecil, semuanya serba di dewasa-dewasain, pokoknya seputar perkembangan organ tubuh, kecantikan fashion, cowok ganteng dan barang-barang yang semuanya berbau Pink alias Merah Jambu jadi slogan warna favorit, tapi kalau ada yang bilang mereka anak kecil, mereka pasti marah banget. Intinya mereka nggak mau dianggap anak kecil lagi!!

Satu per satu diantara mereka mengikuti jejak Dita, haid dan payudaranya mulai tumbuh, dan satu per satu juga ibu-ibu mereka bikin selamatan dan membagikan nasi kuning, bertanda syukuran anak mereka sudah remaja namun hal itu berlum terjadi pada Caca.

Menatap nasi kuning dari Sasi, Caca sedikit cembetut, kesel campur sebel karena diantara anggota ganknya artinya dia yang masih belum sah jadi dewasa. Caca pun jadi sibuk sendiri, setiap hari kerjanya mengecek keadaan dirinya dan setiap hari berdoa semoga dia bisa cepet menyusul temen-temennya apalagi kakaknya, Aldo yang tau problem adiknya, bukan berusaha menenangkan tapi malah terus meledeki. Katanya, kalau masih kecil, ya kecil aja, nggak usah ngimbu diri untuk jadi gede.

Caca jadi sewot berat, hasilnya, Ibu caca di bikin pusing tiap hari, belum lagi Caca minta dirinya di check keseluruhan di rumah sakit, karena takut pertumbuhan dirinya terhambat, namun keinginan itu di bantah ibunya, caca makin kesel sendiri.

Dengan gaya sok dewasa, Dita, Sisi dan Ila menceritakan peristiwa pertama kalinya mereka terkejut mendapatkan haid kepada temen-temen sekelasnya yang juga udah mendapatkan itu, mereka terlihat sangat bangga sementara caca di sudut kelas menatapnya cemburu, kekesalan semakin memuncak, apalagi kakak kelas yang di taksir Caca lebih memilih teman serkelasnya yang jelas-jelas udah remaja dan dewasa. Caca bener-bener geregetan pengen buru-buru di bilang DEWASA!

Caca pun cari cara untuk segera dapet haid dan payudaranya tumbuh dan akhirnya dia dapet ide yaitu dengan berpura-pura sudah dapet haid, dan payudaranya numbuh. Di sekolah, dia pura-pura sakit perut, ketiga temennya tentu panic karena itulah gejala kalau mau dapet haid dan wajah Caca sangat di buat-buat sehingga ketiga temennya bener-bener menyangka kalau caca dapet haid, Caca pun tersenyum senang, walau batinnya takut, ketiga temennya tau kalau dia bohong-bohongan.

Di mall pun Caca beli penyumpal untuk payudaranya, supaya di bilang kalau payudaranya juga udah tumbuh kayak yang lainnya, jadilah ketiga temennya seneng banget atas perubahan caca yang sudah seperti mereka, PINKY girls pun mengadakan selamatan kecil-kecilan makan di restoran di mall. Mereka tampak begitu ceria dan bangga, begitu juga dengan caca, tapi di balik semua itu, Caca merasa telah bersalah membohongi temannya.

Ibu Caca yang dapet berita dari Ibu-Ibu ketiga temen lainnya bingung dengan cerita mereka tentang Caca, karena Ibu Caca tidak tau apa yang terjadi dengan Caca dan ketika ibunya bertanya ke caca, wajah Caca pucat dan sulit menjawab, tapi karena sudah nanggung bohong, Caca pun mengiyakan kalau dia sudah haid, ibu Caca terkejut dan langsung bikin nasi kuning seperti teman-teman yang lain.

Hati caca semakin kalut karena dia sudah merasa banyak berbohong dengan banyak orang hanya demi ingin dianggap dewasa dan nggak mau jadi anak kecil lagi. Dita juga yang naksir kakak kelas, nggak di pilih jadi pacar tuh kakak kelas, bukan karena masih kecil, karena Dita sudah haid, tapi memang tuh kakak kelas nggak suka sama Dita yang centiol buanget, jadi sudah dapet haid atau belum, nggak ngaruh dalam mencari cowok.

Caca pun akhirnya melepaskan  penyumpal-penyumpal payudara yang dia pakai, dan di ambilnya pembalut wanita yang masih utuh dari lacinya di tatapnya lekat-lekat barang itu dan kemudian dia jalan ke cermin dan menatap dirinya, sekian detik akhirnya Caca berguman, kalau memang dirinya masih kecil. Caca jadi makin bersalah banget, di buangnya benda-benda tersebut dan dia segera lari ke ibunya dengan derai air mata.

Ibunya kaget melihat keadaan caca, Caca pun akhirnya menceritakan yang sebenarnya, Ibunya mengangguk mengerti, dan menasehati Caca, Caca mengangguk-angguk dan dia janji akan mengatakan yang sebenarnya juga pada teman-temannya, Ibunya tersenyum bangga, di ciumnya Caca, namun saat itu langsung terhenti karena Aldo denger dan ngatain Caca anak kecil lagi, Caca jadi kembali marah, ibunya menengahi dan minta Aldo, Jangan Panggil Caca anak kecil, karena sekarang Caca sudah dewasa, sudah remaja, bukan di lihat dari fisiknya, tapi hati dan perbuatan Caca. Aldo pun mengangguk setuju, walau batinnya ingin adik semata wayangnya tetap menjadi anak kecil yang selalu dia sayangi.

Bagaimana kisah selengkapnya? Saksikan Sinetron Jangan Panggil Aku Anak Kecil yang hadir setiap hari Kamis pukul 19.00 WIB mulai tanggal 25 Januari 2007 di Indosiar....

Bookmark and Share