HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
SINOPSIS

Jewel in the Palace Episode 30

Tayang: 2-Aug-2007 17:00 WIB

Kompetisi kali ini adalah memasak nasi yang disaksikan langsung oleh Permaisuri, yang jurinya adalah para dayang yang diminta mencicipi. Mengira dirinya sudah menang karena sebagian besar dayang berpihak padanya, lagi-lagi Dayang Choi kecele.

Secara mengejutkan meski para dayang yang mencoba menyukai rasa nasi yang dibuat Dayang Choi, mereka lebih memilih hasil karya Dayang Han. Setelah diselidiki, ternyata guru Jang-geum itu hapal betul dengan satu-persatu rasa favorit para rekannya karena mereka telah tumbuh bersama. Sambil tersenyum, Permaisuri mengumumkan Dayang Han-lah pemenangnya.

Permaisuri juga melarang Dayang Kepala Yong-shin ikut campur dengan masalah dapur istana dan memberi kebebasan bagi Dayang Han untuk menghukum siapapun yang membangkang. Hal itu kontan membuat para dayang senior ketar-ketir dan kuatir posisi mereka bakal digeser.

Dengan penuh haru, Dayang Utama Han memberi penghormatan terakhirnya pada arwah Dayang Jung di atas gunung sambil bertekad menjalankan pesan wanita yang dihormatinya itu. Setelah menemani sang guru 'menemui' Dayang Jung, Jang-geum mengajak Dayang Utama Han untuk mengunjungi makam ibunya yang letaknya tersembunyi.

Ikut memberi penghormatan, Dayang Han Ga-be masih belum sadar kalau yang terbaring di makam tersebut adalah sahabatnya Park-myeong. Bersama-sama, keduanya menuju kota dan sambil melihat-lihat, merencanakan makanan istimewa apa yang bakal dihidangkan ke Raja.

Penasaran dengan identitas sahabat ibunya di istana, Jang-geum memasukkan surat didalam botol cuka peninggalan Myeong-yi. Bertemu dengan Jeong-ho saat hendak kembali, keduanya mengobrol panjang-lebar dan pria itu menceritakan kalau dirinya baru dipindahtugaskan.

Rupanya, Jeong-ho mencurigai ada manipulasi harga dan monopoli yang dilakukan Pan-sool terhadap barang-baang yang dijual di istana. UNtuk itu, ia menghadap Dayang Utama Han dan memohon bantuannya. Dengan bijaksana, wanita itu berhasil meredam konflik saat memberi penugasan baru pada para dayang dan menempatkan Jang-geum sebagai auditor.(mdL)

Bookmark and Share