HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
SINOPSIS

Jewel in the Palace Episode 32

Tayang: 4-Aug-2007 16:00 WIB

Baca Juga:


Tags:

serial jewel

Berita HOT:

Ketika ditunjukkan, tubuh Pan-sool langsung bergetar terutama saat mengetahui kalau Jang-geum adalah putri Park Myeong-yi yang dulu dicelakainya. Selain rencana menghancurkan Jeong-ho, sasaran berikutnya adalah gadis yang telah membuat keluarga Choi menemui kesulitan di dapur istana itu.

Ucapan sang paman soal Jeong-ho membuat Geum-young tertegun, ia memutuskan untuk memberitahu masalah tersebut pada pria itu dan memintanya supaya tunduk pada Menteri Oh. Namun saat diminta untuk tidak mengikuti jejak para pendahulunya, gadis itu mengamuk dan malah balik mengancam siap mencelakakan Jang-geum bila tidak dituruti.

Jeong-ho akhirnya ditarik dari penyelidikan, Jang-geum yang mendengar mengira hal itu berarti dirinya telah dimutasi. Saat tahu, Geum-young semakin panas karena mengira hal itu disebabkan perhatian pria yang dicintainya terhadap Jang-geum. Kepada Dayang Choi, ia minta supaya masalah Jang-geum dan Dayang Utama Han diserahkan padanya.

Meski sudah tahu banyak anak buahnya yang melakukan penyelewengan, Dayang Utama Han menyatakan tidak akan memperpanjang masalah. Hal ini membuat dirinya semakin mendapat dukungan dari para dayang, dan membuat Dayang Choi semakin kesal. Bagaimana nasib Jang-geum? Bakal kembali ke dapur istana, ia mulai putus asa menunggu balasan dari sahabat sang mendiang ibu.

Dipuji oleh Raja, Dayang Utama Han memutuskan untuk mengambil kembali cuka dari tempat dimana ia menguburnya. Saat menemukan secarik surat, ia terkejut saat membacanya karena surat itu berasal dari putri Park Myeong-yi sahabat baiknya. Jang-geum sendiri tidak kalah kaget saat mendapati sebuah tempat berisi cuka yang dikenalnya di dapur istana, yang ternyata adalah milik Dayang Utama Han.

Keduanya serentak berlari ke arah berlawanan, dan bertemu di tengah lapangan. Dengan penuh haru, Dayang Utama Han dan Jang-geum berpelukan satu sama lain sambil bertangis-tangisan. Siapa sangka, orang yang dicari selama ini ternyata malah ada didekat mereka.

Sambil bergumam dalam hati, Jang-geum meminta sang ibu yang ada di atas sana untuk tidak lagi kuatir karena ia telah menemukan sahabat baik yang diceritakan selama ini. Setelah mengobrol, akhirnya gadis itu tahu kalau saat itu mereka disekap di rumah keluarga Choi. Dayang Utama Han tidak kalah geram, ia bersumpah akan membalas dendam kematian Myeong-yi.

Saat mendapati surat peninggalan Myeong-yi hilang, Dayang Utama Han langsung bisa menghubungkan semua kejadian belakangan dengan Yong-ro yang akhirnya dikurung di gudang. Diam-diam wanita itu menyesal telah bertindak ceroboh, dan kuatir Dayang Choi mengetahui semuanya.

Sadar nyawa Jang-geum dalam bahaya, Dayang Utama Han bertindak cepat dan mengutus Dayang Choi, Geum-young dan Yong-ro ke hotel kerajaan supaya mereka tidak membuat masalah lagi. Tidak hanya itu, secara khusus ia juga menunggui ketiganya berkemas dan mengatakan bahwa semua keperluan yang dibutuhkan di tempat baru akan dikirim lewat seorang asisten.(mdL)

Bookmark and Share