HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
SINOPSIS

Jewel in the Palace Episode 40

Tayang: 12-Aug-2007 16:00 WIB

Saat memeriksa, kemarahan Jang-do meledak ketika pasiennya diberi jahe oleh seseorang yang mengaku ahli medis meski menurut teori tanaman itu bisa membuat temperatur tubuh meninggi. Ditemani Jang-geum, ia langsung melabrak pria yang diduga sebagai penipu itu.

Siapa sangka, pria itu adalah Jung Woon-baek yang dikenal Jang-geum saat bekerja di kebun istana. Saling bertukar cerita, Woon-baek langsung marah saat tahu tujuan Jang-geum untuk menjadi dokter adalah supaya bisa kembali ke istana dan balas dendam, ia langsung menghardik gadis itu dan menyuruhnya untuk berhenti belajar ilmu pengobatan.

Namun, alasan tersebut dibela oleh Jang-do. Rupanya wanita itu punya alasan tersendiri : demi membalas dendam, ia belajar ilmu pengobatan dan mencari pria yang dianggap bertanggung jawab atas kematian orang tuanya. Pria itu sendiri ada di Pulau Jeju, terbaring lemah, dan memiliki penyakit sama dengan yang diderita Woon-baek.

Penuturan itu membuat Jang-geum sadar bahwa untuk menjadi seorang dokter, seseorang tidak boleh dilandasi oleh dendam. Belakangan Jang-do berubah haluan : ia memutuskan untuk menggunakan kemampuannya untuk mengobati musuh besarnya. Kepada Jang-geum, ia memberi sejumlah nasehat berharga yang bisa membuat gadis itu berjaya di kemudian hari.

Ucapan tersebut bagai pencerahan bagi Jang-geum, sejak itu motivasinya untuk menjadi seorang dokter berubah total. Ia memutuskan untuk tinggal di sebuah gua di pinggir pantai untuk memperdalam ilmu pengobatan terutama yang menyangkut akupunktur.

Tidak berapa lama, gadis itu diminta untuk mempraktekkan ilmu akupunktur yang didapatnya melalui teori. Karena gagal, Jang-do memintanya untuk menghapal ulang semua pelajaran yang telah diberikan. Sempat dibela Jeong-ho, Jang-do mengatakan bahwa semua tindakan keras yang dilakukannya penting supaya Jang-geum mau menghargai nyawa manusia.

Rupanya, semua kegagalan itu disebabkan karena Jang-geum masih belum bisa melupakan dendam dihatinya. Sadar akan kelemahan dirinya, ia berusaha menaati semua perintah Jang-do bahkan saat sang mentor pergi bersama Jeong-ho untuk urusan penting, Jang-geum menolak untuk turun tangan mengobati pasien.

Namun, cobaan kembali ditemuinya ketika seorang penduduk membawa seorang pria sakit yang sudah dikenalnya : Duk-gu. Tidak berani menggunakan jarum akupunktur, gadis itu akhirnya menggunakan cara pengobatan biasa. Pertemuan kembali keduanya berlangsung mengharukan, meski Duk-gu sempat mengira dirinya telah mati dan berada di surga.(mdL)

Bookmark and Share