HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
SINOPSIS

Jewel in the Palace Episode 41

Tayang: 13-Aug-2007 17:00 WIB

Dari Duk-gu, Jang-geum mendengar kabar soal Joo-daek yang kembali mengandung namun harus kembali kehilangan anaknya dan soal pemecatan di dapur istana. Malamnya, Pulau Jeju yang sedang ditinggal pasukan Jeong-ho diserang oleh Jepang, semua ditahan termasuk Dukgu dan Jang-geum.

Rupanya, penyerbuan mereka adalah dalam rangka mencari seorang dokter untuk menyembuhkan pemimpin mereka yang sedang sakit keras. Sempat marah dan mengira para tawanan berbohong, seorang penduduk akhirnya menyebut nama Jang-geum sebagai dokter yang hebat.

Dari diagnosa, akhirnya diketahui kalau sang pemimpin menderita usus buntu dan bisa meninggal bila dalam 7 hari tidak diobati. Mendengar Jang-geum menolak melakukan pengobatan akupunktur, ia diancam akan menyaksikan satu-persatu rekannya meninggal. Karena Duk-gu 'bertingkah' dan menarik perhatian, maka ia akan menjadi korban pertama yang dikorbankan bila Jang-geum  tidak menurut.

Keadaan yang genting membuat Jang-geum berada dalam posisi serba salah dan akhirnya harus mengambil keputusan berat. Demi menyelamatkan Duk-gu, gadis itu terpaksa harus mempraktekkan ilmu akupunkturnya kepada pemimpin Jepang yang ternyata sakit usus buntu.

Teringat saat nyaris membunuh Jang-do saat praktek pertama kalinya, tangan Jang-geum bergetar dan nyaris saja menyerah. Namun, ucapan dan ajaran sang guru terus terngiang hingga akhirnya mampu melakukan tugas dengan baik.

Keberhasilan itu membuat Jang-geum menangis lega, akhirnya ia berhasil mengalahkan ketakutan dalam dirinya. Saat pasukan Jepang hendak pergi sambil membawa gadis itu, Jeong-ho dipimpin oleh pasukannya muncul, menyergap mereka berkat bantuan siasat Jang-geum, dan berhasil menyelamatkan semuanya.

Saat mengobrol berdua, Jeong-ho menceritakan rahasianya : diam-diam ia berharap supaya kemampuan Jang-geum tidak berkembang supaya gadis itu tidak kembali ke istana dan menetap di Pulau Jeju dengannya. Dengan tersenyum, Jang-geum mengatakan bahwa ia bakal mampu melewati semuanya karena tahu Jeong-ho selalu ada didekatnya untuk menjaga keselamatannya.

Kali ini, Jang-geum tidak lari lagi saat Jeong-ho menggenggam tangannya dengan erat sambil menatap salju yang semakin lebat turun. Namun cobaan lagi-lagi belum lepas dari gadis itu. Saat pria yang dicintainya itu pergi ke ibukota untuk melapor, pasukan istana muncul dan menahannya atas tuduhan pengkhianatan (akibat menolong perwira Jepang yang sakit parah).(mdL)

Bookmark and Share