HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
SINOPSIS

Jewel in the Palace Episode 47

Tayang: 31-Jan-2006 17:00 WIB

Panas dengan kejadian itu, wanita yang telah menjabat sebagai Dayang Utama itu mendatangi Jang-geum dan menyuruh mantan sahabatnya itu untuk memijiti kakinya. Merasakan adanya ketegangan, Jang-geum mengingatkan supaya Geum-young tidak terlalu tegang.

Tak lama setelah itu, Jang-geum mendapat kabar buruk : sakit Permaisuri yang tidak kunjung sembuh. ia mulai kuatir apalagi ada sejumlah gejala yang tidak sesuai dengan penyakit yang diduga. Padahal, hasil diagnosa tabib senior menyebut bahwa semua ancaman telah berlalu.

Rupanya di alam bawah sadar, Jang-geum mampu merasakan ancaman yang diberikan oleh keluarga Choi dan antek-anteknya. Kondisi itu makin kentara setelah saat diberikan pengobatan dengan cara akupunktur, Permaisuri malah muntah-muntah dan penyakitnya bertambah parah.

Keruan saja, kejadian itu membuat seisi istana geger, para dokter dimarahi dan keadaan rumah sakit kerajaan bertambah kacau. Kecurigaan Jang-geum sama persis dengan diagnosis yang dilakukan oleh Shin-bi, yang kemudian melaporkan temuannya pada Profesor Shin. Saat disampaikan di rapat, hal ini langsung dicibir oleh para dokter senior.

Pemaparan diagnosis selanjutnya membuat semuanya sadar apa yang telah terjadi : Permaisuri mempunyai dua orang bayi, satu diantaranya masih ada didalam perut. Setelah melalui perdebatan sengit, akhirnya diputuskan supaya Permaisuri diperiksa oleh Yeul-yee dan ditemani oleh Jang-geum.

Hebatnya lagi, saat pemeriksaan Jang-geum mampu mendeteksi denyut nadi kehamilan yang bahkan dokter paling ahli sekalipun kerap gagal mengidentifikasi. Terjadi perdebatan sengit mengenai diagnosis mana yang harus diterima, karena Yeul-yee sendiri tidak merasakan denyut nadi tersebut.

Ketika diminta untuk melakukan akupunktur, Yeul-yee menolak karena selain itu bukan diagnosisnya, ia kuatir tidak bisa menjalankan tugas dengan baik. Mau tidak mau, Woon-baek harus melatih Jang-geum supaya bisa menusuk titik-titik akupunktur yang tepat.

Perkembangan keadaan ibu negara itu terus dipantau terutama oleh kalangan dapur istana, diam-diam Geum-young kuatir Jang-geum bakal berhasil lagi melewati rintangan. Setelah dua hari berlalu, ternyata kondisi Permaisuri tidak menunjukkan perkembangan berarti sehingga semua mulai kuatir.(mdL)

Bookmark and Share