HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
SINOPSIS

Jewel in the Palace Episode 49

Tayang: 21-Aug-2007 17:00 WIB

Raja pun akhirnya dipengaruhi, ia memerintahkan pemecatan Profesor Shin dan mengatakan bakal melakukan apapun supaya Ibu Suri senang. Melihat gurunya diperlakukan tidak adil, Jang-geum mengutarakan pendapatnya yang membuat ibunda Raja itu terdiam.

Bahkan, ia dengan berani mempertaruhkan nyawanya demi kesembuhan Ibu Suri. Kepeercayaan diri Jang-geum membuat Ibu Suri heran, pasalnya belum pernah ada orang yang berani membantah setiap omongannya apalagi balik menantang adu tebakan. Kejadian tidak biasa itu sontak membuat geger satu istana dan Jang-do yang yakin mantan muridnya akan memenangi taruhan.

Kuatir semua rencananya berantakan, Dayang Kepala Choi mengerahkan tenaga untuk mencari tahu jawaban dari tebakan yang disampaikan Jang-geum. Dengan kuasanya, ia memerintahkan Yong-ro, yang kemudian menyuruh para dayang lain, untuk menggeledah seisi perpustakaan.

Untuk persiapan, Kasim Jung memanggil para dayang dan tim dokter untuk mempersiapkan makanan bagi Ibu Suri yang diramal bakal kalah. Tiba-tiba, Guem-young teringat dengan kompetisinya dengan Jang-geum beberapa tahun silam dan mampu menebak hal itu pasti ada hubungannya dengan jawaban pertanyaan Jang-geum.

Meski sudah diberitahu jawabannya, Ibu Suri secara mengejutkan mau menerima perawatan. Hal ini tentu saja membuat Dayang Kepala Choi kaget bukan kepalang, padahal ia sudah membayangkan Jang-geum akan dihukum.

Tidak hanya yang hadir, seisi istana ikut penasaran apakah jawaban dari pertanyaan Jang-geum apalagi setelah belakangan diketahui Ibu Suri langsung menerima tawaran untuk dirawat tanpa menjawab lebih dulu.

Di hadapan Raja dan Permaisuri yang hadir, Jang-geum diminta untuk menjelaskan makna dari tebakan yang diajukannya. Rupanya dari pertama, Ibu Suri sudah sadar kalau apapun jawaban yang diberikan ia telah kalah dari Jang-geum yang disebutnya sebagai wanita lancang.

Keadaan yang semula mulai damai tidak berlangsung lama, sakit Ibu Suri memburuk sampai-sampai obat yang diminumnya kembali dimuntahkan. Rupanya setelah sekian lama menolak untuk dirawat, organ tubuh wanita tua itu mulai tidak berfungsi. Para dokter istana kembali dikumpulkan, mereka diminta untuk memberi diagnosis tepat sesegera mungkin.(mdL)

Bookmark and Share