HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
SINOPSIS

Jewel in the Palace Episode 65

Tayang: 24-Feb-2006 17:00 WIB

Keesokan harinya, Jang-geum akhirnya berterus-terang kalau yang diinginkan sebenarnya adalah bertemu Jeong-ho setiap hari. Sikap pria itu langsung berubah ketus dan melangkah pergi, namun rupanya itu hanya siasat Jeong-ho untuk mengerjai Jang-geum karena kemudian ia membalikkan tubuhnya sambil tertawa lebar.

Di istana, posisi Dayang Utama kembali bakal dikompetisikan karena petugas yang lama mengaku bakal mundur karena usia tua. Mendengar itu, Dayang Min yang semula berprinsip memilih hidup tenang memutuskan ikut, yang kontan membuatnya ditertawai sang asisten Jang.

Ketika terpilih, Dayang Min malah bingung setengah mati dan langsung mencari Jang-geum. Rupanya, wanita itu sangat tidak percaya diri mengingat para dayang Utama sebelumnya mempunyai kemampuan spesial. Namun, ucapan Jang-geum membuat semangat Dayang Min bangkit, ia bertekad meneruskan ajaran Dayang Jung dan Dayang Han.

Tak berapa lama, Jang-geum kembali dipanggil ke istana. Rupanya, Permaisuri menghadapi masalah berat karena dirinya dikelilingi banyak musuh yang menginginkan posisinya turun. Karena itu, ia meminta Jang-geum untuk kembali ke rumah sakit kerajaan.

Masalah yang terjadi ternyata lebih rumit dari itu, secara halus Jang-geum diminta untuk melenyapkan nyawa putra mahkota supaya putra Permaisuri-lah yang naik tahta. Hal ini kontan membuat gadis itu berada dalam dilema, biar bagaimanapun tugasnya sebagai dokter adalah menolong nyawa orang lain dan bukan mencabutnya.

Jang-geum hanya bisa memendam kesedihannya dalam-dalam, ia bahkan tidak bisa menceritakan rahasia besar itu pada Jeong-ho yang sempat mencetuskan niat untuk menikahinya dan pindah ke kota kecil. Apalagi, Permaisuri berulang kali menegaskan supaya Jang-geum membayar hutang budinya.

Untuk melupakan kemelut dihatinya, Jang-geum menghabiskan waktu seharian bersama Jeong-ho dan keduanya saling bertukar hadiah satu sama lain (ia memberikan benda kenangan peninggalan sang ayah pada Jeong-ho). Dengan membulatkan tekad, gadis itu memberanikan diri menghadap Permaisuri dan menuturkan tidak bisa melakukan yang diminta.

Ucapan tersebut rupanya terdengar oleh Raja, yang meminta Jang-geum menemuinya di tempat Selir Soo-waen secara rahasia. Meski didesak, gadis itu tetap menolak membeberkan apa yang dibicarakannya dengan Permaisuri dan lebih memilih mati.

Jang-geum memutuskan untuk menceritakan masalah itu kepada Jeong-ho, namun keduanya saling mencari satu sama lain dan baru bertemu ketika malam tiba. Tidak tahan lagi dengan beban yang ditanggungnya, Jang-geum langsung memeluk Jeong-ho dan meminta pria itu membawanya pergi ke tempat terpencil untuk memulai hidup baru.(mdL)

Bookmark and Share