
Ajaran Haemosu (Hu Joon-ho) membuat ilmu pedang Jumong (Song Il-gook) semakin matang dan setelah itu, sang guru siap mengajar satu rahasia lagi yang membuatnya ditakuti lawan : ilmu memanah. Oleh Haemosu, Jumong diminta untuk memanah dengan menggunakan seluruh tenaganya.
Dasar berbakat alam, Jumong tanpa kesulitan mampu melakukan apa yang diminta sang guru. Dari kejauhan, aksi Jumong dan Haemosu disaksikan oleh Soseono (Han Hye-jin) dan Wootae (Jung Ho-bin). Tiba-tiba, Buyoung (Lim So-yeong) muncul untuk memberitahu akan adanya bahaya. Melihat Jumong begitu akrab bahkan memeluk Buyoung, ekspresi Soseono mulai berubah.
Di istana, Pangeran Daeso (Kim Seung-soo) yang diminta Ratu Wan Hoo (Gyeon Mi-ri) untuk mencari Pangeran Youngpo (Won Ki-joon) akhirnya berhasil menemui sang adik. Namun, ia sangat marah begitu mendengar rencana Youngpo untuk mengoper hak dagang Buyeo yang dikuasai Yeontabal (Kim Byung-gi) kepada si licik Doji (Lee Won-jae).
Terus mendapat tekanan dari Doji, trio Mari (Ahn Jung-hoon), Hyoppo (Im Dae-ho) dan Oi (Yeo Ho-min) akhirnya dibantu Jumong untuk bergabung ke kelompok Gyerubu. Saat tengah berbincang-bincang dengan Soseono, obrolan keduanya terpotong oleh kehadiran Pangeran Daeso. Melihat kehadiran sang kakak tiri (yang memandangnya dengan sinis), Jumong langsung menundukkan kepalanya.
Di hadapan Soseono, Pangeran Daeso pura-pura menunjukkan perhatian pada sang adik. Namun begitu ditinggal berdua untuk bicara empat mata, sifat asli pria itu langsung muncul. Melihat Jumong berlutut dihadapannya, Pangeran Daeso makin menjadi-jadi dan menyebut bahwa Jumong dan ibunya Yoohwa (Oh Yun-soo)-lah yang membuat kehidupan istana menjadi kacau.
Dengan wajah sedih, Jumong terus memohon supaya Pangeran Daeso mau mengampuni nyawanya dan membiarkan dirinya hidup tenang. Sambil tersenyum puas, sang pangeran menyebut tidak kuatir lagi dengan sosok Jumong. Namun sebelum berpisah, Pangeran Daeso mengancam supaya sang adik tiri tidak macam-macam dengannya.
Di hari pertama bekerja dengan kelompok Gyerubu, trio Mari-Hyoppo-Oi dipekerjakan sebagai pengangkut barang. Hanya sebentar, ketiganya langsung merasa bosan dan menghadap Wootae sambil meminta untuk dipercayakan tugas yang lebih berat. Setelah masing-masing menunjukkan kehebatan masing-masing, Wootae langsung menugaskan Mari-Hyoppo-Oi sebagai pengawal.
Mencuri-dengar pembicaraan Raja Geumwa (Jun Kwang-ryul) dengan orang kepercayaannya Jendral Heukji, Budeokbul (Lee Jae-yong) berniat untuk melenyapkan Haemosu untuk selamanya. Niat tersebut ditentang oleh Yeomieul (Jin Hee-kyung), namun sang perdana menteri beralasan kalau apa yang dilakukan adalah demi kebaikan kerajaan Buyeo.
Tidak ingin lagi terjebak dalam permainan politik, Yeomieul meminta salah seorang muridnya untuk melacak keberadaan Haemosu. Begitu bertemu muka, sang peramal mengaku bahwa apa yang terjadi pada Haemosu selama 20 tahun terakhir adalah ulahnya, dan menjelaskan bahwa sosok sang jendral besar merupakan ancaman besar bagi kelangsungan Buyeo.
Sempat ngotot ingin bertemu Geumwa, Haemosu sangat terkejut saat tahu Yoohwa (Oh Yun-soo) telah menjadi selir sang sahabat. Dengan tepat, Haemosu mampu menebak bahwa Jumong adalah putra Yoohwa, dan ekspresi wajahnya langsung berubah drastis.
Begitu mendapat kabar dari mata-matanya kalau Yeomieul tengah bertemu Haemosu, Budeokbul langsung mendatangi kediaman Daeso. Dengan kemampuan diplomasinya, Budeokbul berhasil memanas-manasi Daeso dengan menyebut bahwa Haemosu bakal menjadi ancaman bagi sang pangeran untuk menduduki tahta Buyeo.
Di tengah keadaan seputar masalah Haemosu yang terus memanas, masalah juga terjadi di tempat pembuatan senjata. Dengan semena-mena, Youngpo mengambil sejumlah pedang buatan terbaik untuk diperdagangkan bersama Youngpo. Ketika Mopalmo berusaha menegur, sang pangeran malah menodong sambil mengancam.
Ketika Daeso tengah mempersiapkan pasukan untuk menyergap Haemosu, Yoohwa didatangi oleh Yeomieul yang mengajaknya pergi ke tengah hutan. Berpesan supaya apa yang terjadi tidak diceritakan pada siapapun, Yeomieul meninggalkan Yoohwa sendirian. Dari kejauhan, seorang buta dengan menggunakan tongkat berjalan mendekat.(indosiar.com/mdL)