
Slamet (23 tahun) seorang pemuda Jawa yang sudah beberapa tahun tinggal di Jakarta. Tampangnya lumayan ganteng tapi ngomongnya masih medok Jawa, ia lulusan D3 dan sudah beberapa kali kerja tapi dipecat karena suka teledor. Selain lugu ia memang berbakat suka celaka (sial) tanpa sengaja. Ini membuat dia sering terlihat konyol. Hal lain, dia penggemar cewek cantik dan agak mulai badak.
Rani (21 tahun) seorang mahasiswi cantik, putri tunggal pak Karto (45 tahun). Meski sudah lama di Jakarta dan cukup kaya, pak Karto masih agak kuno dan kampungan. Sampai sudah mahasiswi Rani tidak boleh bergaul bebas dengan laki-laki dan belum pernah pacaran. Karena itu, Rani cenderung berpembawaan jutek dan diam menyimpan karakter pemberontak.
Ceritanya, Slamet di PHK untuk kesekian kali karena ketukar tukar mengirim barang. Bersamaan ia diputus pacarnya karena salah kirin SMS. Tapi pada saat yang sama juga ia bertemu Rani, dalam kejadian konyol dan sial tapi terkesan.
Ketika mereka bertemu lagi, tiba-tiba mereka sama-sama terpikat. Tapi pak Karto sangat marah dan memaki-maki ketika tahu Slamet akrab dengan anaknya. Slamet sedih dan minta nasehat Paijo, teman satu daerah. Paijo ini orang konyol. Ia pintar ngomong, gaya, sok gaul dan sok pintar.
Tampangnya pun meyakinkan. Tapi sebenarnya ia cuma seorang laki-laki pengangguran dan pembual yang dikasih makan dan sangat tunduk pada istri. Slamet percaya padanya karena meski konyol, nasehatnya suka cespleng.
Atas saran Paijo, Slamet dan Rani dan akhirnya menjalani cinta backstreet. Tapi pak Karto kembali memergoki dan ngamuk. Menurut pak Karto, Slamet tidak pantas jadi menantunya. Istrinya sendiri, bu Nani (43 tahun) tidak terlalu keberatan.
Diam-diam dia suka berpihak pada putrinya. Isi cerita akhirnya banyak berisi soal bohong-berbohong dan pergol memergoki antara pak Karto dengan Rani dan Slamet. Pak Karto sampai menyewa detektif swasta segala. Karena merasa frustasi, pak Karto mau mengirim Rani ke luar negeri.
Slamet kembali terpaksa minta tolong Paijo. Mereka kemudian menjebak pak Karto dalam sebuah kejadian konyol yang membuat pak Karto ketahuan dan terpaksa mengijinkan Slamet menikah dengan Rani. Slamet dan Rani diberi rumah dan mobil, Slamet ditampung bekerja di perusahaan pak Karto.
Persoalannya, setelah menikah Rani jadi sangat pencemburu. Maklum, ia tidak berpengalaman dengan laki-laki. Sementara bakal celaka tanpa sengaja Slamet semakin menjadi. Mereka jadi suka ribut dan sama-sama sedih karena sebenarnya saling mencintai.
Kekonyolan demi kekonyolan muncul sampai akhirnya sampai di sebuah peristiwa kacau dan konyol yang melibatkan orang lain, termasuk Paijo(indosiar.com/4nd)