HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
SINOPSIS

Kasih Dan Amara Episode 114

Tayang: 13-Mar-2009 17:00 WIB

Indosiar.com - Vino mendapat kabar dari rekan bisnisnya bahwa Irwan akan menjual semua aset perusahaannya berikut harta kekayaannya. Vino langsung menanyakannya pada Irwan dan saat itu mereka baru menyadari kalau semua itu perbuatan Nelly. Ia mau menjual semua yang Irwan miliki agar mendapatkan uang secara pintas dan kabur dari semua permainan ini. Irwan sangat syok.

Kasih menemukan cara untuk merebut dokumen itu lagi. Ia menyuruh Vino berpura-pura menjadi orang yang hendak membeli semuanya seharga empat kali lipat lebih tinggi dari penawaran. Nelly pun langsung menerima tawaran itu tanpa berfikir lebih panjang lagi. Nelly meyuruh Vino bertemu dengannya di Hotel Surya untuk membicarakan semuanya.

Saat Nelly dan yang lainnya sampai di Hotel Surya, Vino, Irwan, Kasih dan Aisyah pun mengamati mereka. Tapi Kasih dan Aisyah tidak dapat melihat mereka membawa dokumen itu di tas mereka. Aisyah pun merasa kalau Amara menyimpan dokumen itu di tempat lain.

Tiba-tiba seorang bell boy tak sengaja menabrak Irwan dan membuat Irwan berteriak kaget. Nelly dan Lily mendengarnya dan mereka melihat ke sumber suara. Saat itu Lily pun menyadari kalau Vino ada di sana. Lily, Amara dan Nelly pergi dari sana. Irwan yang emosi mengejar mereka dan memaki-maki Nelly. Kasih meminta tolong pada Aisyah agar ia mau menghentikan Irwan agar ia tidak melakukan sesuatu yang nekad. Setelah situasi aman, Aisyah pun pergi menemui Boby dan memintanya untuk mengikuti Amara.

Vino memaki Nelly dan mereka pun memutuskan pergi dari sana. Di dalam mobil, Amara menelfon Lia untuk menyuruhnya membatalkan rencananya untuk mengantar dokumen ke Hotel Surya. Lia malah mengundang Amara datang ke rumah Marik karena hari ini Marik ulang tahun. Tanpa mereka sadari Boby ada di dalam mobil dan mendengar semuanya.

Boby pulang dan memberitahukan apa yang ia dengandi mobil pada Aisyah dan Kasih. Aisyah pun menyuruh Boby pergi ke rumah Marik dan mencari dokumen itu. Kasih merasa sedih karena ia tidak dapat datang ke pesta ulang tahun Marik. Vino menyadari hal itu dan ia pun menyuruh Kasih datang dan Vino bersedia mengantarnya.

Saat pesta berlangsung, Marik merasakan ada yang kurang pada pesta itu. Ia pergi ke halaman dan duduk sendiri di sana. Saat ia duduk sendiri, tiba-tiba Kasih datang. Marik sangat senang dan saat ia melihat Kasih datang bersama Vino, ia pun nampak sangat marah. Lia melihatnya dari dalam rumah dan ia mengadukannya pada Puri. Puri keluar dari rumah dan menampar tangan Kasih yang saat itu hendak memberikan kado pada Marik. Puri memaki-maki Kasih di depan para tamu.

Sementara di luar terjadi keributan, Boby masuk ke dalam kamar dan mencari dokumen itu. Ia berhasil menemukannya dan memberikan pada Kasih pada saat semua orang sudah kembali masuk karena Marik mengamuk. Amara melihat semua ini dan ia tidak dapat menerimanya. Amara hendak menghentikan mereka, tapi Boby mengerjainya. Kasih, Vino dan Boby pun berhasil kabur dari sana menghindari Amara dengan membawa dokumen itu.

Amara pulang ke rumah dengan kesal. Saat itu, Lily sedang bertemu dengan Lucky (40 thn, pengusaha saingan Irwan) yang hendak membeli semua aset yang Irwan miliki. Nelly dan Amara sangat senang. Saat Lucky pulang, Amara pun memberi tahu kalau dokumen itu kini ada di tangan Kasih. Nelly dan Lily syok mendengarnya. (And)

Bookmark and Share