
Indosiar.com - AMARA terus menendangi perut KASIH dan berharap bayi yang ada di dalam perut KASIH meninggal. NELLY datang dan menghentikannya dengan alasan, mereka masih membutuhkan KASIH dan bayinya hidup, supaya nantinya mereka bisa menukar bayinya untuk mendapatkan harta MARIK. KASIH tegang mendengarnya dan ia ia menyenggol sesuatu hingga menimbulkan bunyi. AMARA mendengarnya dan ia pergi menghampiri KASIH. KASIH mengambil pecahan kaca dan saat AMARA mendekatinya, KASIH langsung menggoreskannya ke wajah AMARA. AMARA marah dan ia menyeret KASIH keluar untuk menyiksanya. Tidak sengaja, anting KASIH menyangkut di rambut AMARA dan jatuh di dek mobil NELLY tanpa mereka sadari.
IMRAN menunggu NELLY dan AMARA di depan rumah MARIK. Saat mereka pulang, IMRAN melihat wajah AMARA terluka dan ia menyadari kalau itu bukan luka karena kecelakaan, melainkan karena berkelahi dengan seseorang. Sejak saat itu, IMRAN mulai mencari tahu. Diam-diam ia masuk ke dalam mobil NELLY dan menemukan anting KASIH di dek mobil.
Imran menunjukkan anting itu pada VINO dan VINO menyadari kalau itu adalah anting yang KASIH kenakan terkahir kali sebelum ia menghilang. Setelah diamati lagi, nampak bercak darah segar di anting itu dan mereka menyadari kalau KASIH belum meninggal. VINO dan IMRAN mulai mencari tau dimana KASIH berada. VINO dan IMRAN datang ke rumah MARIK dan mencari tanda-tanda kemana mereka baru saja pergi dari mobil NELLY. VINO menemukan biji-bijian yang hanya bisa ditemukan di hutan dan sisa-sisa abu. Mereka menyadari kalau NELLY dan AMARA baru saja dari hutan tempat gubuk yang terbakar. VINO pun ingat tentang rumah tua yang mereka lewati kemarin.
VINO dan IMRAN datang ke rumah tua dan mereka tidak dapat menemukan KASIH di sana. BARI sudah lebih dulu membawa KASIH ke atas dan menyembunyikanna ke dalam tangki air. VINO dan IMRAN berpencar mencari KASIH. VINO naik ke atap dan membuat BARI yang bersembunyi di balik semak di tengah hutan, tapi masih dapat melihat jelas ke rumah tua menjadi panik.
VINO mencari-cari KASIH di atap, dan ia tidak dapat menemukan KASIH. KASIH sudah hampir tenggelam di dalam tangki, karena kran airnya tidak sengaja tersenggol BARI. Lama-lama kelamaan air semakin tinggi. KASIH tenggelam, tapi air juga membludak keluar. Saat VINO mulai putus asa dan hendak pergi, ia melihat air membludak dari dalam tangki. VINO menatap air itu dan BARI tegang melihatnya. (And)