
Marik nampak sangat cemburu ketika melihat kemesraan Kasih dan Vino, sampai-sampai ia memremas pulpen yang ada di tangannya hingga patah. Setelah Vino berpamitan pada Kasih, Marik menghampiri Kasih dan menariknya untuk bicara dengannya.
Marik menanyakan kebenaran tentang hubungan Kasih dan Vino. Marik tidak percaya kalau Kasih dan Vino hanya sebatas teman karena yang ia lihat Kasih dan Vino begitu mesra. Kasih tidak suka dengan sikap Marik yang terbakar cemburu, ia pun marah balik kepada Marik karena Kasih merasa Marik sama saja dengan yang lain. Marik tidak lagi mau membantunya ketika ia dalam masalah. Kasih dan Marik akhirnya bermusuhan.
Amara mendapat laporan dari Milly dan Prita bahwa Kasih membantak Marik. Amara pun langsung menemui Hani dan melaporkannya. Hani kesal mendengarnya dan bergegas menemui Kasih untuk melabraknya.
Kasih sangat sedih karena Hani melabraknya seperti tadi. IA pun bermaksud menceritakannya kepada Marik atas perlakuan Hani yang membuatnya sakit hati jika bertemu nanti. Saat Marik hendak menghampiri Kasih, Hani pun mengirimkan SMS agar Marik menjauhi Kasih sebelum Hani mengadukannya kepada Puri. Marik pun mengurungkan niatnya untuk menemui Kasih. Melihat Marik pergi dan tidak mempedulikannya, Kasih merasa sangat kecewa.
Marik mendengar pembicaraan Amara dan teman-temannya bahwa mereka lah yang membuat Kasih dan dirinya berpisah. Marik langsung berniat mencari Kasih dan meminta maaf atas sikapnya. Ketika Marik menemui Kasih, Kasih pun sudah terlanjur kecewa dan tidak mau mendengarkan Marik. Ksih pergi meninggalkan Marik dan saat itu Kasih terpeleser cairan Kimia yang sengaja dituangkan Randy dijalanan. Cairan itu sangat bau dan membuat Kasih menjadi bau busuk. Ketika Marik mau membantunya, Kasih pun menolak.
Di kelas, Kasih dicemooh dan diusir karena baunya yang busuk. Ketika ia memutuskan untuk pergi ke kantin untuk makan, pemilik kantin pun juga mengusirnya. Akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke Musholla dan menunggu di sana sampai pelajaran selesai.
Pulang sekolah, Amara langsung bergegas pulang untuk bersiap-siap menggantikan Kasih menemui Vino. Selagi ia berdandan, Nelly memberitahukan kejutan pada Amara yaitu beruba buku diary milik Vino yang sengaja ia curi tadi. Menurut Nelly buku harian itu bisa lebih mendekatkan Amara dengan Vino. Amara pun sangat senang.
Setelah jam pulang sekolah, Kasih hendak segera pulang karena ia sudah berjanji untuk pergi nonton bersama Vino. Tetapi tidak ada satu pun kendaraan umum yang mau mengangkutnya karena bau. Kasih akhirnya memutuskan untuk berjalan kaki.
Di jalan, Kasih melihat Amrik sedang mengendari motornya dengan kencang sambil membonceng Hani. Marik seolah-olah tidak mempedulikan Kasih karena ia sedang buru-buru pulang setelah mendengar kabar Puri sedang bertengkar dengan LUKMAN (40 thn, mantan suami Puri) di rumah. Marik dan Hani takut ada sesuatu terjadi dengan Puri.
Kasih sangat sedih mengetahui Marik sudah tidak lagi menhiraukannya. IA berjalan terus sambil melamung hingga tidak sadar kalau sedang melintasi pertigaan/perempatan. Sebuah motor melaju kencang ke arah Kasih dan ketika Kasih sadar jarak motor sudah sangat dekat dengannya. Kasih pun tertabrak dan terpental ke jalanan.(indosiar.com/4nd)
Pernah ditayangkan pada : 6 Desember 2008 pukul 17.00 WIB