
Suatu pagi, Tere seorang peragawati terkenal yang juga mahasiswi mendapat undangan untuk menghadiri pesta istri seorang pejabat. Tere yang sangat senang langsung hadir, dan disana ia menarik perhatian para tamu.
Seorang tamu bernama Tante Rini mengajak Tere berbincang-bincang di sebuah ruangan khusus untuk berbicara mengenai hal penting. Ucapan sang tante, yang meminta Tere melakukan hubungan gelap dengan Om Sam suaminya, membuat harga diri Tere terinjak-injak, dengan tegas gadis itu menolak.
Masih kalut oleh kejadian tersebut, Tere dikejutkan oleh berita di televisi yang mengabarkan kematian Tante Rini yang diduga bunuh diri. Tak lama kemudian, muncul seorang kurir yang datang ke apartemen sang peragawati dengan sebuah surat dan cincin.
Dengan permintaan terakhir untuk memakai cincin yang diberikan saat menghadiri pemakaman Tante Rini, Tere menolak permintaan wanita yang baru dikenalnya itu. Ia bahkan berniat mengembalikan cincin tersebut lewat jasa kantor pengiriman barang.
Siapa sangka semua tidak berjalan seperti yang diduga. Di hari pemakanan Tante Rini, seorang kurir kembali mengembalikan paket Tere dengan alasan alamat tidak ditemukan. Saat mengejar kurir itu, wajah Tere langsung pucat saat didepan pintu telah menunggu sebuah mobil jenazah lengkap dengan iring-iringan pengantarnya.
Dengan cepat, Tere langsung berbalik masuk menuju kamar apartemennya lewat tangga darurat. Namun saat naik, suasana makin bertambah tegang karena terdengar langkah beberapa orang yang mengikuti. Begitu sampai di lantai apartemennya, Tere membuka pintu tangga darurat dan mendapati beberapa orang berpakaian serba hitam telah menunggu.
Begitu mereka menghampiri, Tere tiba-tiba tidak sadarkan diri dan saat bangun, mendapati dirinya berada didalam sebuah mobil yang mengantarnya menuju kompleks pemakaman. Disana, mobil tersebut berhenti tak jauh dari kerumunan para pelayat yang mengantar Tante Rini ke tempat peristirahatannya yang terakhir.
Dengan langkah pelan, Tere turun dan melangkahkan kakinya untuk bergabung dengan para pelayat lain. Namun saat menoleh kebelakang, mobil yang mengantar termasuk orang-orang berpakaian serba hitam yang menjemputnya di apartemen sudah tidak ada alias menghilang.
Setelah acara pemakaman selesai, Om Sam menghampiri Tere dan membisikkan sesuatu. Sebelum pergi, pria itu melihat cincin mendiang istrinya melingkar di jari Tere. Tanpa gadis itu sadari, cincin tersebut ternyata menyimpan banyak misteri.
Rupanya dalam sejarah keluarga Om Sam, cincin tersebut adalah pusaka turun-temurun dimana si pemakai tidak akan bisa lepas sebelum menikah dengan keturunan pewaris cincin tersebut. Hal serupa juga dialami Tere, yang berusaha melepas namun selalu gagal.
Om Sam langsung datang menemuinya dan menceritakan tentang sejarah cincin warisan keluarganya. Yang membuat Tere kaget adalah selama dirinya sebagai pemakai cincin belum menikah dengan pewaris sah cincin tersebut yaitu Om Sam, maka arwah wanita pemakai sebelumnya akan terus menghantuinya.
Tere tidak mau begitu saja menerima takdirnya, ia berniat mematahkan kutukan tentang cincin yang dipakainya. Usaha tersebut berhasil, Tere bebas dari cincin yang terus mengejar dirinya berkat bantuan Om Sam yang memang tidak ingin lagi ada korban.(gentabuana/indosiar.com/mdL)