
CHANDRA hampir putus asa untuk menyelamatkan DEWI yang terperangkap dalam cermin jahat. Untunglah pada saat-saat genting, PERAMAL memutuskan untuk membantunya. PERAMAL itu memberikan bandul kalung yang terbuat dari emas dan berbentuk bintang. Bandul bintang itu mampu menghilangkan kekuatan jahat KIARA.
Namun, tak disangka, KIARA muncul dan berusaha merebut bandul bintang tersebut. CHANDRA lalu buru-buru memanggil PUTRI KEONG MAS. PUTRI KEONG MAS pun mengerahkan segala kemampuannya untuk melawan KIARA. Namun hingga tenaga PUTRI KEONG MAS terkuras habis, KIARA tak kunjung terkalahkan. CHANDRA pun segera menggunakan bandul bintang. Kekuatan KIARA lenyap. CHANDRA akhirnya berhasil membebaskan DEWI dari dalam cermin jahat.
Setelah bebas dari pengaruh KIARA, sikap dan tingkah laku DEWI tak kunjung berubah. Ia tetap semena-mena dan selalu memaksakan kehendaknya pada orang lain. Hal ini membuat teman-teman DEWI, termasuk ANYA dan VERA merasa takut. Mereka memilih untuk menjauhi DEWI. Namun ini membuat DEWI makin menjadi-jadi.
Di depan anak-anak lainnya, DEWI mencoba mencelakai ANYA dan VERA. DEWI bahkan memfitnah CHANDRA di depan papanya. Hal ini membuat CHANDRA sedih. PUTRI KEONG MAS yang tak ingin melihat CHANDRA terus bersedih, kemudian menggunakan kekuatan kebaikannya untuk mempengaruhi DEWI.
Sejak saat itu, DEWI berubah 180 derajat. DEWI menjadi lebih peduli pada orang lain. Ia tidak lagi gampang marah, tapi jauh lebih sabar. Perubahan besar DEWI membuat orang-orang di sekitarnya merasa heran. Sementara itu jauh di dalam lubuk hatinya, perlahan DEWI mulai merasa tersentuh dengan segala kebaikan yang ia lakukan.
DEWI mulai menikmati semua perbuatan baiknya tersebut. Hingga akhirnya DEWI memutuskan untuk berubah selamanya. Namun sayang niat baiknya harus kandas di tengah jalan. DEWI mengalami kecelakaan lalu lintas.