HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
SINOPSIS

Keris Empu Gandring Episode 2

Tayang: 21-Jan-2010 02:30 WIB

Kekhawatiran Adipati Resoboyo tentang pergerakan mereka diketahui oleh pihak Bhumi Arum beralasan, apalagi mendadak munculnya mayat mata-mata dari Bhumi Arum di hadapan mereka. Pengirim mayat tersebut, Panji Kelana telah memperingatkan bahwa Bhumi Arum telah mencurigai mereka.

Di sisi lain, Ngabehi Singolodra, salah satu pemimpin kaum pergerakan yang menentang Bhumi Arum karena Bhumi Arum ternyata bersekutu dengan Kompeni Belanda, bertemu dengan RM Anom dan RA Nastiti, kedua pejuang muda dari Pengging. Mereka tidak sadar pertemuan mereka itu diawasi oleh Perwira Dhemit Wengi yang menyamar sebagai petani.

RM Anom menyerahkan kantong uang dan daftar nama para pejuang pada Ngabehi Singolodra. Begitu kedua pejuang muda Pengging pergi, Perwira Dhemit Wengi langsung menghampiri dan memaksa Ngabehi Singolodra untuk menyerahkan kantong uang dan daftar nama tersebut. Tentu Ngabehi Singolodra menolak sehingga Perwira Dhemit Wengi pun menjadi marah dan memerintahkan anak buahnya untuk menangkapnya. Perkelahian pun menjadi seru namun Ngabehi Singolodra berhasil meloloskan diri.

RM Anom dan RA Nastiti melaporkan pada Adipati Suryaningrat bahwa senjata dan mesiunya berhasil diselamatkan oleh Ngabehi Singolodra, namun sayangnya Ki Sentanu dan anak buahnya tewas. Semantara itu di atas atap rumah Suryaningrat, Panji Kelana mendengar semua pembicaraan itu. Adipati Suryaningrat berpesan pada dua anak muda itu agar berhati-hati karena pasukan Dhemit Wengi pasti akan mencari mereka.

Tumenggung Dhemit Wengi melapor pada Raja Amangkurat tentang kasak-kusuk kaum pergerakan di Banyu Biru yang menentang Raja dan Bhumi Arum. Ngabehi Sengkuni menegaskan bahwa kasak-kusuk itu bukan hanya di kadipaten belaka, melainkan juga di Bhumi Arum sendiri. Maka Ngabehi Sengkuni menyarankan agar menyebarjan mata-mata ke segala wilayah untuk membasmi kaum penentang Raja.

Selain menyebarkan mata-mata, Ngabehi Sengkuni pun membuat rencana untuk menciptakan kerusuhan-kerusuhan apabila ada yang bersemangat mendukung kaum pemberontak. Dengan begitu bisa menimpakan kesalahan pada pendukung pemberontak. Raja Amangkurat senang mendengar ide Ngabehi Sengkuni. Ia lalu memerintahkan membuat anggaran yang diambil dari bantuan Kompeni Belanda untuk memata-matai orang kasak-kusuk itu. Raja Amangkurat benar-benar sangat marah lantaran ada yang berani menentang kekuasaannya.(indosiar.com/4nd)

Bookmark and Share