
Indosiar.com - Karen putri tunggal dr. Arman, seorang dokter spesialis. Karen sudah mahasiswi, berwajah cantik. Dalam pergaulan diluar, dia di kenal sebagai orang yang lincah, ceria, lucu dan kadang konyol. Tapi di rumah ia cenderung jutek dan bermusuhan dengan papanya.
Mama Karen sudah meninggal, karena sakit. Tapi Karen menilai sakit itu karena makan hati. Dr. Arman seorang dokter ganteng yang di kagumi wanita. Dan dr Arman sendiri cenderung doyan wanita.
Karen bersahabat dengan Putri. Karena kesepian, Karen sering main di rumah Putri. Ia sudah di anggap keluarga sendiri di rumah Putri. Selain papa dan mama yang baik hati, Putri punya 2 kakak laki-laki, Raka (22 tahun) dan Rama (24 tahun).
Raka seorang ekstrovert, enerjik, berani, dan suka lucu (konyol). Sementara Rama agak pendiam, dewasa, dan kalem. Rama diam-diam jatuh cinta pada Karen. Tapi Karen jatuh cinta dan akhirnya pacaran dengan Raka. Rama kecewa, tapi mengalah. Karen sendiri memperlakukan Rama sebagai kakak. Tidak tahan melihat kemesraan Raka dan Karen. Rama sengaja melakukan penelitian dan penyusuhan skripsinya di luar kota (di daerah).
Dr. Arman mendapat pasien seorang gadis remaja yang sering sakit dan agak labil, Gadis. Karena sering bertemu, dr. Arman malah tertarik pada Mira, mama Gadis. Mira pun jatuh hati pada Arman. Mengetahui itu, penyakit Gadis malah tambah parah. Ia benci dr. Arman, karena takut kehilangan mamanya.
Mengetahui Karen tidak mencintainya. Rama berniat meneruskan sekolah ke luar negeri. Tapi hubungan Raka dan Karen justru pecah. Raka menganggap Karen terlalu keras kepala dan manja. Ia pengen punya Gadis yang penurut dan lemah lembut. Sementara Karen amat sedih karena Raka suka kasar.
Rama kasihan pada Karen dan menasehati Raka. Tapi Raka marah-marah, sampai mereka ribut. Rama marah sampai akhirnya terus terang. Mengakui mencintai Karen. \\\\\\\\\\\\\\\"Aku mencintai dia, tapi di memilihmu\\\\\\\\\\\\\\\", katanya. Tapi Raka tidak peduli, hingga mereka jadi berkelahi.
Mengetahui semua itu dari Putri, Karen jadi terharu dan mencoba menghibur Rama. Rama mengatakan akan membatalkan niatnya pergi ke luar negeri, kalau Karen menerima cintanya. Tapi ternyata yang ada dalam hati Karen tetap Raka. Karen menganggap Rama hanya sebagai kakak tempat mengadu.
Sadar Gadis membencinya, dr. Arman meminta seorang rekannya menggantikan di merawat Gadis. Dokter itu datang bersama Raka. Gadis justru tertarik pada Raka. Raka pun tertarik pada Gadis, yang menurutnya lembut dan penurut. Setelah pacaran dengan Raka, Gadis justru jadi sehat dan mendukung mamanya pacaran dengan dr. Arman. (And)