
Dengan terus-terang, Laila memberitahu Teguh kalau ia bersedia menjadi istri pria itu dengan syarat sang calon suami harus bisa mengembalikan separuh hartanya. Dasar sudah tergila-gila, Teguh menyanggupi permintaan Laila.
Sementara itu, Tyas yang bernafsu untuk menyingkirkan Teguh memasang perangkap. Tidak tanggung-tanggung, ia menaruh bubuk narkoba di laci lemari sang putra, sebelum kemudian menelepon polisi dan melapor Teguh sebagai pemakai.
Untungnya sebelum polisi datang, Teguh sudah mengetahui perangkap Tyas, ia langsung buru-buru membuang bubuk narkoba yang ada dilemarinya kedalam toilet. Akibatnya begitu polisi datang, mereka tidak menemukan bukti untuk menahan Teguh.
Kejadian narkoba dimanfaatkan oleh Teguh untuk memeras Akbar dan Tyas, ia meminta mereka untuk memberikan separuh harta yang telah dikuasai. Dalam keadaan terjepit, Akbar dan Teguh tidak punya pilihan lain selain menuruti keinginan Teguh.
Belakangan, keduanya terkejut saat tahu kalau Laila ada dibelakang Teguh. Akbar dan Teguh makin tidak percaya saat tahu kalau Teguh bakal segera menikahi Laila.
Di tempat lain, Daffa memutuskan untuk menyewa pengacara handal demi membantu kasus harta warisan Laila dan keluarganya yang telah direbut Tyas dan Akbar. Bukan cuma Daffa, keluarga pria itu ikut turun tangan sehingga Siti merasa terharu bercampur senang.
Usaha Laila akhirnya membuahkan hasil, ia berhasil mendapatkan rekaman pengakuan Teguh tentang semua kejahatan yang dilakukan Akbar dan Tyas kepada keluarga gadis itu.
Laila langsung menggunakan rekaman itu untuk mengancam Akbar dan Tyas, ia meminta keduanya untuk mengembalikan seluruh harta keluarga yang diambil. Bila menolak, Laila mengancam bakal mengadukan Akbar dan Tyas ke polisi dengan bukti rekaman.(mdentertainment/indosiar.com/mdL)