
Dalam mimpinya, Guru Minda bertemu dan jatuh cinta pada seorang gadis bernama Purba Sari. Namun sebelum sempat bertemu pujaan hatinya, ia keburu dikutuk menjadi Lutung Kasarung oleh ayahnya Prabu Girinata.
Hal itu dikarenakan Guru Minda difitnah oleh Raja Jin Kalamurka. Tidak cuma itu, pria malang itu juga diturunkan dari khayangan ke dunia untuk hidup bersama manusia. Akhirnya, Guru Minda dan Pak Lengser hidup bersama seorang anak yatim bernama Raidin.
Supaya anak malang itu tidak putus sekolah, Pak Lengser akhirnya punya ide untuk mencari nafkah : dirinya dan Raidin bakal menjadi pengamen komedi kera dengan Lutung Kasarung sebagai bintang utamanya.
Lewat komedi keranya, Ki Lengser dan sang lutung akhirnya bertemu dengan Purba Sari, yang belakangan diketahui mengalami nasib yang cukup mengenaskan karena hidup bersama ibu tirinya Nyi Mas Ratih.
Nyi Mas Ratih sendiri mempunyai enam orang anak yaitu Purba Rarang, Purba Indah, Purba Dewata, Purba Manik, Purba Kancana dan Purba Leuwih. Namun dari keenam anaknya, hanya Purba Leuwih yang bersikap baik pada Purba Sari.
Ayah Purba Sari adalah pengelola PT Pasir Batang, namun pemilik sebenarnya adalah ibu gadis itu yang telah tiada. Artinya, Purba Sari-lah yang merupakan pemilik tunggal sekaligus sah dari perusahaan raksasa itu.
Namun dalam kenyataannya, tidak banyak orang yang tahu soal fakta ini. Terlebih Nyi Mas Ratih, yang tidak ingin publik tahu soal siapa pemilik PT Pasir Batang sesungguhnya karena ia bernafsu menguasai perusahaan itu sekaligus menyingkirkan Purba Sari.
Sebuah dokumen menjadi satu-satunya bukti yang menunjukkan bahwa PT Pasir Batang adalah milik Purba Sari, karena itu banyak pihak ingin memusnahkan dokumen tersebut. Pada saat genting itulah, Lutung Kasarung alias Guru Minda muncul sebagai penyelamat.(indosiar.com/4nd/mdL)
Pernah ditayangkan di Indosiar: 2 Desember 2009, pukul 09.30 WIB