Ketika mengendap-endap, Qi An tertangkap basah oleh Ya Nan yang kebetulan lewat dan mengenalinya sebagai adik Jun An. Begitu tahu kehadirannya diketahui, ia langsung lari. Gagal berbicara dengan Qi An, Ya Nan mengarahkan sasaran kemarahannya pada Jun An.
Pasalnya selain kesal karena pria itu menolak cintanya, berulang kali Ya Nan melihat Jun An berduaan dengan Xiao Mei. Begitu dibilang dirinya egois karena sudah tidak memperhatikan keluarga lagi, Jun An tersentak dan langsung berusaha mencari tahu keberadaan Qi An namun gagal.
Kembali dengan perasaan sedih karena tidak bisa bertemu sang adik, perasaan Jun An makin kacau ketika Ya Nan dengan terang-terangan menarik tangannya dan meminta pria itu untuk tidak berhubungan lagi dengan Xiao Mei. Sudah tentu permintaan tersebut ditolak mentah-mentah, Jun An bahkan berulang kali harus menghindar dari usaha Ya Nan yang kelewat agresif.
Keesokan harinya, Qi An dipanggil menghadap Yu La yang secara tersirat menyebut teman bisa menjadi musuh begitu pula sebaliknya. Begitu melihat rangkaian bunga diatas meja gadis itu, Qi An langsung tahu apa yang dimaksud. Supaya masa lalunya tidak terbongkar, ia terpaksa setuju dengan tawaran Yu La.
Jin Xiu yang mendengar kabar gembira itu langsung merasa diatas angin, kesombongannya muncul kembali saat berada di depan Qi An yang dianggap sebagai bawahannya. Ketika hendak berenang bersma Yu La, secara kebetulan keduanya bertemu dengan Jun An dan Xiao Mei.
Sempat berencana menghindar, Jun An mengurungkan niatnya karena Xiao Mei menarik tangannya. Mau tidak mau, keempatnya duduk satu meja meski dalam suasana canggung. Ketika permisi ke kamar kecil, Jun An dicegat oleh Yu La yang mengatakan bahwa ia bakal membuat hidup pria itu lebih menderita.
Senada dengan sang kekasih, Jin Xiu dengan nada tinggi mengatakan pada Xiao Mei bahwa ia tidak terima Jun An mendapat perlakuan istimewa. Menurutnya, rival besarnya itu adalah seorang pesulap gagal dan ia bakal berusaha sekuat mungkin mematahkan semangat Jun An.(mdL)