HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
SINOPSIS

Mandala dari Sungai Ular



Mandala dari Sungai Ular

Berita HOT:

Pada 1970 hingga 1980-an, komik buatan komikus lokal Man yang menceritakan tentang pendekar silat bernama Mandala cukup populer di kalangan penggemar komik di Indonesia. Malah popularitasnya membuat komik itu pernah diangkat ke layar lebar yaitu film yang dibintangi Barry Prima dan Advent Bangun pada dekade 1980-an. Nah, Indosiar menghadirkan kisah Mandala dalam bentuk sinetron untuk Anda.

Wiraguna tegang mondar mandir gelisah menunggu Sumiati, istrinya mau melahirkan. Wiraguna kaget Nyi Mripat Koco mengatakan istrinya mengandung anak kembar, tapi salah satunya bukan manusia. Sumiati menangis putus asa mendengar salah satu anak kembarnya adalah jelmaan iblis. Nyi Mripat Koco menghibur keduanya agar tidak perlu khawatir sebab ia yang akan mengusir anak iblis itu.

Nyi Mripat Koco membaca mantera sementara Sumiati mengerang kesakitan. Kilat menyambar diiringi suara tangis bayi lahir. Disusul suara tangis bayi kedua. Nyi Mripat Koco menyerahkan bayi kedua pada Sumiati, sedangkan bayi pertama yang iblis ia ambil untuk dibuang. Wiraguna marah melarang bayinya dibuang. Nyi Mripat Koco tidak peduli terus lari keluar. Wiraguna mengejar hendak merebut bayinya namun Nyi Mripat Koco melancarkan pukulan. Terjadi perkelahian dan Wiraguna pingsan kena pukulan dukun beranak itu.

Nyi Mripat Koco membawa bayi itu ke pinggir sungai. Ia tertawa sampai mengatakan Wiraguna dan istrinya bodoh. Bayi kembar pertama setelah dikandung selama 13 bulan lebih 13 hari adalah bayin istimwa. Bayi itu kelak akan menjadi raja Tanah Jawa. Nyi Mripat Koco meletakkan keranjang itu di atas sungai. Sudah menjadi syaratnya bayi itu harus dubuang lebih dulu sampai ada orang yang menemukan dan mengangkatnya sebagai anak. Setelah berusia 10 tahun, ia akan datang menjemputnya.

Bayi itu ditemukan oleh Kublai yangsedang menjala ikan. Bayi itu ia bawa pulang. Istrinya, Ni Rai sangat senang karena mereka memang tidak punya anak. Mereka mengangkat bayi itu sebagai anak dan diberi nama Banyu Jogo karena bayi itu ditemukan di sungai Jogo.

Sepuluh tahun telah berlalu, Ni Nara Sari, sang Ratu Siluman Ular memerintahkan Nyi Mripat Koco untuk menjemput Banyu Jogo sang calon penguasa Tanah Jawa. Maka pergilah Nyi Mripat Koco melaksanakan perintah sang Ratu Siluman Ular itu. Sementara itu, Wiraguna menceritakan pada Mandala, putranya bahwa Mandala punya saudara kembar yang mirip dengannya.

Ketika Banyu Jogo sedang bermain, tiba-tiba datang sekelompok untuk merebut Banyu Jogo. Ni Rai marah, terjadi pertempuran seru. Nyi Mripat Koco berhasil merebut Banyu Jogo dan membawanya kabur ke dalam sungai Jogo. Kublai menemukan istrinya terluka di pinggir sungai. Ni Rai memberitahu Kublai bahwa Banyu Jogo diculik Nyi Mripat Koco.

Wiraguna sedang melatih kanuragan para pemuda desanya untuk menentang penjajah, ditangkap dan dijatuhi hukuman gantung di alun-alun oleh Kompeni Belanda. Mandala melihat bapaknya digantung dan ibunya mati dibunuh Bendo Abang, kaki tangan Demang Prakoso si penjilat Kompeni. Mandala kemudian diasuh kakeknya, Ki Suto. Ki Suto lalu mengembleng cucunya dengan ilmu silat dengan harapan Mandala bisa menjadi pendekar yang menentang penjajah Belanda dan memusnahkan pengkhianat bangsa.

Sementara itu, Banyu Jogo dicuci otak oleh Ni Nara Sati si Ratu Siluman Ular sehingga tidak ingat lagi asal usulnya. Bertahun-tahun ia menjadi pangeran kerajaan Siluman Ular. Sementara itu, orang tua angkatnya, Kublai dan Ni Rai menciptakan golok  sakti dengan harapan dapat digunakan untuk menembus kerajaan Siluman Ular dan bisa merebut kembali Banyu Jogo. Namun saking hebatnya golok sakti itu sehingga seolah-olah berjiwa dan haus darah, Kublai dan Ni Rai malah tewas saling membunuh. Sejak itu, golok itu dikenal sebagai Golok Setan.

Mandala yang menginjak usia dewasa, lalu mengembara bersama kakeknya dan bergabung dengan kelompok pejuang penentang penjajah pimpinan Ki Umbul Sawiji yang menyamar sebagai kelompok tukang sulap. Di sana, Mandala dekat dengan Bulan, gadis cantik putri Ki Umbul Sawiji. Sementara itu, Banyu Jogo akhirnya tahu siapa dirinya, lari dari kerajaan Siluman Ular dengan bantuan kekasihnya, Lodara dan Ki Guru Loawu, guru kerajaan. Banyu Jogo ingin mencari orangtuanya, akhirnya menemui berbagai kejadian luar biasa di dunia manusia dan begitu pula dengan Mandala. 

Akankah Mandala dan Banyu Jogo bertemu satu sama lain ? Apa yang akan terjadi pada Golok Setan ? Benarkah ramalan bahwa Banyu Jogo kelak menjadi Raja Tanah Jawa ? Bagaimana Mandala berjuang melawan pejajah ? Anda bisa mengikuti terus sinetron "Mandala dari Sungai Ular" setiap hari Kamis, pukul 21.00 WIB di Indosiar yang memang untuk Anda.


***
FS

Bookmark and Share