
Pak Anwar mencoba memperkosa Melodi tapi niatannya itu gagal karena Melodi berteriak dan tante Lala mendengarkan sehingga pak Anwar mengurung kan niatnya. Melodi yang merasa terancam keesokan harinya kembali mencari keberadaan Ariel dan usahanya ternyata berhasil mempertemukannya dengan Ariel.
Mereka bertemu dipersimpangan jalan dan kebahagiaan pun dirasakan karena keinginan mereka untuk bertemu sudah terwujud dan mereka pun bersumpah untuk tidak akan terpisah kan kembali. Melodi memutuskan untuk ikut kemana pun Ariel melangkah pergi dan ia sudah tidak mau lagi kembali kerumah karena takut akan sikap pak Anwar terhadap dirinya.
Tante Lala menjadi kebingungan mencari keberadaan Melodi, ia panik dan berusaha mencoba menelepon Melodi tapi Melodi tidak mengangkatnya sebab ia sudah berjanji dan tidak mau lagi dipisahkan dengan Ariel. Kegundahan tante Lala kepada Melodi yang dirasakan Ariel membuat ia mencoba meraih hp milik Melody disaat dia sedang tertidur dan mencoba menghubungi Lala dan meyakinkannya kalau Ariel akan menjaga Melodi baik - baik.
Tapi ternyata tante Lala memberitahukan kalau Melodi akan dibawa ke luar negeri besok untuk berobat matanya. Mendengar itu Ariel menjadi kaget sekaligus senang kalau seandainya Melodi bisa melihat lagi. Hal ini membuat Ariel bingung sementara ia baru saja dipertemukan dengan Melodi tapi besok harus dipisahkan kembali dengan waktu yang cukup lama tapi ia harus merelakan karena ini demi kebaikan Melodi.
Dengan diam-diam Ariel mengajak Melodi keluar dengan maksud mengantarkannya ke tempat tante Lala untuk dibawanya pergi. Melodi yang ternyata mengetahuinya menjadi merasa kecewa dengan Ariel. Hanya Ariel berusaha menjelaskan sebisa mungkin kepada Melodi maksud baiknya tetap tidak menutup kekecewaannya berpisah dengan Melodi.
Ayah Kian melihat bungkusan map diatas meja yang dibukanya ternyata sebuah foto Kian yang sedang bermesraan dengan wanita malam dan foto Kian sedang bermain judi itu membuat ayahnya kecewa dan mengusir Kian dari rumahnya. Kian yang merasa tidak melakukan seperti apa yang dituduhkannya berusaha membela diri tapi dengan bukti foto tetap saja ia tidak dapat mengelaknya. Ibu tirinya Mara merasa senang karena semua rencananya berjalan dengan mulus.