
indosiar.com, New York - Nampaknya tidak salah bila dikatakan era milenium menjadi salah satu masa paling gelap dalam kehidupan Michael Jackson. Bagaimana tidak, reputasinya sebagai King of Pop mulai terkikis seiring dengan sejumlah masalah yang membuatnya berurusan dengan pengadilan.
Setelah terakhir sempat mendapat tuntutan dari salah satu pengurus hewan peliharaannya, pria kelahiran 1958 itu dikabarkan terlihat di daerah Uni Emirat Arab. Selain mencari tempat tinggal, Jackson dikabarkan siap menjalani wawancara untuk posisi sebagai konsultan di sebuah perusahaan yang hendak mengembangkan taman bermain dan akademi musik di wilayah Timur Tengah.
Hal itu dikonfirmasi langsung oleh Ahmed Abu Bakr Janahi yang perusahaannya bergerak di bidang pengembangan wilayah. Selain itu, AAJ Holdings Ltd. juga dikenal memainkan peranan penting dalam pengembangan sebuah tempat peristirahatan prestisius di daerah Bahrain.
MJ sendiri dikabarkan sedang membangun sebuah rumah di salah satu negara terkaya dunia tersebut, ia bahkan dijamu oleh salah seorang pembalap reli terkenal setempat yang mengakui kebenaran berita itu.
Hubungan Jackson dengan pemimpin Bahrain sendiri dikabarkan cukup dekat, bahkan salah satu proyek amalnya untuk korban Katrina akan disponsori oleh perusahaan rekaman milik putra sang pemimpin.(berbagai sumber/SHR/mdL)