
Saat sadar, Mira lebih senang melihat tato mawar dilengannya dibanding menegur sang ibu Miranda yang begitu kuatir. Melihat kejadian itu, Miranda semakin sedih dan merasa bersalah pada Mira.
Sejak itu berjanji bakal memberikan apapun yang diminta Mira, Miranda membawa sang putri ke depan sebuah rumah sambil berbohong bahwa rumah tersebut bakal menjadi miliknya suatu hari nanti.
Tahu kalau Dona bakal marah bila tahu Miranda sudah mempunyai anak, wanita itu berjanji bakal mengajak sang putri Mira masuk ke dalam rumah tersebut di malam hari. Sudah tentu ucapan itu membuat Mira sangat senang, ia tidak sabar menunggu malam tiba.
Karena sibuk bekerja di rumah Donna, Miranda tidak kunjung pulang. Mira yang tidak sabar nekat pergi ke rumah Donna untuk menagih janji sang ibu. Bisa dibayangkan bagaimana kagetnya Miranda melihat sang putri ada disana, ia kemudian mengarang cerita bohong kalau rumah tersebut adalah rumah yang dilombakan.
Lebih lanjut, Miranda menambahkan bahwa saat ini ada dua keluarga yang tengah bersaing untuk memperebutkan rumah dan mereka baru bisa menang bila anak dari masing-masing peserta lomba bersembunyi dengan baik tanpa bisa ditemukan siapapun.
Keruan saja, Mira langsung bertekad untuk bersembunyi tanpa bisa ditemukan demi memenangkan rumah impiannya. Namun terus-terusan bersembunyi di kamar Miranda membuat Mira tidak betah, ia mulai tergoda untuk keluar bermain saat melihat anak kucing di halaman.
Bekerja sebagai babysitter, Miranda dengan cepat mampu akrab dengan Lia, anak Donna yang cantik dan ramah. Suatu ketika saat Miranda dan Lia tengah bermain di kamar, bola yang dilempar Lia meleset keluar teras. Saat sedang mengambil, Lia melihat seorang anak yang tidak lain adalah Mira tengah mengejar anak kucing.
Serta-merta, Lia membariskan para pembantu dan menyuruh mereka mencari anak yang dilihatnya. Miranda langsung panik, ia tahu betul anak yang dicari tersebut adalah Mira. Untungnya para pembantu tidak berhasil menemukan sang putri, namun Miranda kembali panik karena takut terjadi sesuatu pada Mira.
Mencari kesana-kemari dengan wajah cemas, tiba-tiba wanita itu mendengar suara Mira memanggilnya dengan lembut. Mengikuti asal suara, rupanya Mira bersembunyi di sebuah drum air. Dengan perasaan sedih, Miranda membawa putri kesayangannya ke dalam kamar.
Dengan tubuh menggigil, Mira tersenyum lebar sambil menyebut bahwa ia sengaja bersembunyi didalam tong air supaya tidak bisa ditemukan siapa-siapa dan demi memenangkan perlombaan. Ucapan itu membuat Mira menangis tersedu-sedu, ia merasa sangat bersalah.(mdentertainment/indosiar.com/mdL)