
Indosiar.com - Damar dan Wulan sangat berbahagia dengan rumah mereka yang baru. Sudah sangat tua memang, tetapi rumah itu memiliki cita rasa seni yang cukup tinggi, berasal daro sentuhan gaya bangsawan tempo dulu.
Hanya sayang, ada sebuah pohon raksasa yang tumbuh dipekarangan depan rumah tersebut. Tidak seorang pun dari penduduk ditempat itu berani menebang pohon yang usianya sudah puluhan tahun itu.
Kemudian suatu malam, angin bertiup sangat kencang sehingga merubuhkan pohon raksasa dipekarangan itu. Dan ditanah bekas kaki pohon yang tercabut itu, tampaklah seonggok tulang belulang manusia.
Semenjak itulah, teror mengerikan mulai menghantui Damar dan Wulan. Mulanya dari sebuah lukisan tua yang robek pada bagian leher serta jantungnya.
Lukisan tersebut adalah lukisan seorang penyanyi dangdut yang konon mati terbunuh secara misterius, namun mayat maupun kuburannya tidak pernah ditemukan. (And)