HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
SINOPSIS
FTV Drama

Mutiara Di Balik Cadar

Tayang: 5-Aug-2011 09:30 WIB

”Namaku Farel. Aku mahasiswa di Universitas Islam Jakarta”  Betapa ia seorang muslim yang hangat, digemari banyak wanita berjilbab di kampusnya. Juga Nampak suasana pengajian, ustad  memberi materi tentang pernikahan. Semua mendengarkan dengan serius. Tiba-tiba ustad menyentil, kapan Farel akan menikah? Bukankah Farel sudah semester 5, sudah cukup umur untuk memasuki jenjang pernikahan?

Farel masuk ke dalam rumah setelah pulang dari kampus. Di dalam rumah, mama Farel  udah menunggu dengan seorang cewek bergaya  modern dan sexi. Farel  menjaga pandangannya, tidak mau menatap cowok itu lama-lama. Bersalaman dengan bersentuhanpun farel enggan. Ia yakin, mamanya pasti akan menjodohkan Farel  dengan cewek itu. Farel  bingung dengan sikap mamanya dan  masuk ke dalam kamar.

Mama mengikuti Farel  masuk ke kamar dan marah. Kenapa Dewi dicuekin???  Padahal Dewi menunggu Farel  dari siang. Farel   dengan dengan lembut menjawab, sampai kapan sih mamanya akan menjodohkannya dengan wanita yang bukan pilihannya??? Mamanya bilang, usia Farel  udah 21 tahun.  Jawab Mama, udah saatnya Farel  memikirkan pernikahan karena mamanya ingin farel nikah muda, hingga anaknya kelak sudah besar dan Farel masih segar. Mamanya juga kesepian hanya tinggal berdua dengan Farel. Ia ingin punya menantu yang menemaninya kemana-mana. Farel menjelaskan pada mamanya, ia mau sekali segera menikah, asal dengan wanita muslimah dan tidak ada kata pacaran!  Kata Farel, kenapa kesepian? Kan sudah ada Adinda? Adik  angkat Farel  yang diambilnya dari panti asuhan. Farel  nampak bercanda dengan penuh kasih. Ya, ia adalah pecinta anak yatim dan jadi salah satu guru di tempat anak yatim itu.

Di kampus, esoknya Farel  bertemu dengan  Malika, teman sekampusnya  yang selama ini jatuh cinta dengannya. Cantik, berjilbab, cerdas. Tapi Farel  menganggap Malika hanya teman biasa. Jelas saja ini membuat Ali, sahabat Farel   heran. Malika kaya sekali, solehah, baik, cantik, mapan, pintar. Hampir semua cowok di kampus tergila-gila dengan Malika. Kenapa Farel cuek? Kata Farel, Malika memang baik. Tapi terlalu hebat untuknya. Farel hanya anak seorang janda sederhana.

Malika  ternyata sudah mendapat deadline dari mama papanya untuk segera menikah sebenarnya sudah berusaha mencarikan suami untuk Malika. Tapi nggak ada satupun yang klop. Termasuk saat mama Malika menjodohkan Malika dengan Danis. Malika sempat jalan dengan Danis, hingga tahu Danis bukan pria baik-baik. Matre dan hanya butuh harta papa Malika! Malika bingung dan menceritakan kemelutnya pada Farel.  Farel  terus mendorong Malika menemukan soulmatenya tanpa Farel sadari akan rasa cinta Malika pada Farel  yang kian tumbuh subur dan sebenarnya Malika sangat berharap Farel mau menikahinya.

Hingga suatu ketika, saat membeli kado ulang tahun di sebuah toko busana muslim untuk mamanya, Farel  tak sengaja  bertatapan dengan seorang cewek cantik berjilbab dan mengenakan cadar. Farel terpana beberapa saat, tapi langsung istigfar. Cewek itu lembut, keren, mature,  memiliki mata yang  indah di balik cadar yang dikenakannya. Sangat sempurna dimatanya. Walau pertemuan itu hanya sesaat, Farel  benar-benar jatuh cinta dan tidak bisa melupakan sosok cewek bermata indah dan mengenakan cadar itu. Malamnya, ia munajat pada Allah mohon maaf karena tadi siang sempat menatap lama seorang wanita yang bukan muhrimnya. Ya, selama ini Farel memang sangat alim sekali.

Di lain pihak, Adinda bercerita ia punya sahabat baru, guru ngaji di musholla  yang baik banget, memakai cadar dan kini tinggal bersama Tante Aisyah di dekat rumah Farel. Kata Adinda,  tante itu pindahan dari sebuah pondok pesantren di Mesir, anak tante Aisyah. Tante Aisyah adalah pemilik toko jilbab. Kata Adinda, tante cantik itu itu sering ngasih coklat kalau Adinda hapal dengan cepat surah demi surah yang dia ajarkan.

Hingga  suatu ketika Farel  tahu bahwa sahabat Adinda,  itu bernama  Rabiah, yang ia temui beberapa waktu lalu toko busana muslim. Farel  bahagia luar biasa. Wanita yang ia impikan selama ini, siang dan malam,  ternyata sahabat Adinda. Farel jadi makin rajin mengantar jemput Adinda mengaji. Farelpun  akhirnya menjalin persahabatan dengan  Rabiah. Satu hal yang membuat Farel kaget, betapa sempitnya dunia,  Rabiah tak lain juga sepupu Malika!!!

Farel, Rabiah dan Malika sering jalan bertiga. Ke toko buku, mengadakan santunan anak yatim. Dalam setiap pertemuan,  dari tatapan mata Farel, nampak sekali  terlihat bahwa Farel  sangat mencintai Rabiah. Malika menangkap gelagat  itu. Sebenarnya Rabiah juga sudah jatuh cinta pada Farel, namun ia tidak menampakkan dengan terang-terangan karena ia tahu, Malika sudah lama jatuh cinta pada Farel. Dan bagi Rabiah, jodoh adalah kehendak Allah mutlak. Ia pasti akan datang dengan sendirinya tanpa menyakiti orang lain.

Tante Aisyah,  mama Rabiah yang tahu bahwa Rabiah  sedang jatuh hati pada seorang  pria, mendorong  Rabiah untuk  minta menikahinya daripada zina hati, zina perasaan. Tapi Rabiah menolak dengan halus. Ia mengatakan nggak  mungkin dirinya jatuh cinta maupun mencintai seorang laki-laki yang sedang dicintai wanita lain. Rabiah mengaku ia sudah punya kekasih saat ia sekolah di Mesir dulu. Pasha. Tapi Tante Aisyah tidak percaya akan kata-kata Rabiah.

Malika  dengan sedih curhat pada Rabiah bahwa sudah lama ia mencintai Farel, tapi Farel  tidak pernah mencintainya. Rabiah menasehati sepupunya agar menyatakan isi hatinya pada Farel. Farel memang laki-laki yang luar biasa. Itu kata Rabiah. Sangat tampan, alim, hatinya lembut. Tapi Malika tidak ada keberanian karena takut ditolak. Rabiah dengan  sungguh-sungguh berjanji akan membantu Malika mendapatkan Farel.  Sekali lagi, karena Farel  laki-laki yang luar biasa dan sangat matching dengan Malika! Malika sangat senang, tanpa menyadari bahwa hati Rabiah terasa pedih....Rabiah mencurahkan semua perasaannya lewat doa dan shalawat setiap malam saat tahajud...

Sementara itu Farel  curhat dengan ustad, dan ustad mengatakan, tunggu apa lagi? Cinta nggak bisa menunggu. Farel   harus segera menyatakan perasaannya pada  Rabiah, menikahinya sebelum zina hati.  Farel   dengan berbunga-bunga  menelpon Malika, minta support bahwa  ia akan menyatakan cintanya pada Rabiah dan ingin menyatakan perasaannya bahwa ingin menikahi wanita  bercadar itu. Malika kaget, shock. Disaat ia akan mengatakan isi hatinya pada Farel, minta agar Farel menikahinya, Farel  justru akan menyatakan perasaannya  pada Rabiah.

Malika menelpon Rabiah  dengan hati patah. Mengucapkan selamat pada  Rabiah.  Ia minta Rabiah menerima lamaran Farel. Rabiah benar-benar tidak tega melihat keadaan Malika yang nampak sangat kelabu. Wajah Malika kelihatan sedih. Mama papa Malika bingung. Malika anak mereka satu-satunya! Diam-diam Rabiah merasa bersalah. Ia berjanji akan membantu Malika untuk mendapatkan Farel .... Ya, Rabiah yakin, Malika pasti akan mendapatkan Farel.

Akhirnya Farel  mengajak Rabiah bertemu untuk bicara empat mata.  Sebelum Farel mengungkapkan perasaannya ingin melamar Rabiah,  Rabiah dengan lembut mengatakan  terlebih dahulu,  ingin memberitahu Farel  bahwa dalam waktu dekat ini ia akan menikah dengan Pasha, sahabat Rabiah yang sekarang sedang sekolah di Mesir, yang sebentar lagi akan datang ke Indonesia. Rabiah menunjukkan fotonya bersama Ihsan. Hati Farel  hancur lebur.... Ia kecewa begitu tahu Rabiah sebentar lagi akan menikah dengan laki-laki lain. Diam-diam Rabiah juga menangis setelah kepergian Farel. Dalam sholat ia mohon pada Allah untuk mengampuninya, yang sudah berbohong....

Farel  sedih dan tiba-tiba jatuh sakit. Mama Farel ikut bingung dengan keadaan Farel. Mamanya tahu, Farel mencintai Rabiah. Mamanya menasehati, ”jodoh itu mutlak rahasia Allah. Ketentuan Allah. Farel harus tawakal dengan apapun kehendak Allah... Allah pasti memberikan jodoh terbaik bagi Farel...”

Rabiah menemui Malika dan minta pada Malika untuk menunjukkan cintanya pada  Farel saat Farel sedang sakit. Ini kesempatan bagi Malika untuk  merawat Farel dan membuktikan cintanya pada Farel karena Rabiah akan menikah dengan laki-laki lain. Malika mulai kembali bersemangat. Ia mulai membenahi semangatnya dan minta pada mama papanya untuk menyampaikan keinginannya untuk menikah dengan Farel. Ia tidak malu  melamar Farel duluan. Toh Siti Khadijah, istri Rasulullah juga melakukan hal itu.  Hingga akhirnya hati Farel  luluh melihat kesungguhan Malika yang tepat waktu mengisi kekosongan hidupnya. Ia mulai menyadari kesungguhan hati Malika.

Farel menerima cinta Malika dan menerima lamaran cinta Malika setelah berkonsultasi dengan ustad dan keluarganya. Rabiah berkata, betapa beruntungnya Malika  jika ia bisa menikah dengan Farel. Ia berjanji akan menjadi istri yang terbaik untuk Farel.

Saat pesta walimahan antara Malika dan Farel digelar, hati  Rabiah benar-benar perih. Tapi ia mencoba tegar. Ia mengucapkan selamat pada Farel dan memeluk Malika sangat lama. Hati  Farel sebenarnya masih terpaut dengan Rabiah. Ya, keduanya sebenarnya masih kuat memendam rasa cinta.  Ketika Farel bertanya kapan Pasha kembali ke Indonesia karena ia ingin berkenalan dengan laki-laki yang sudah beruntung merebut hati Rabiah, Rabiah hanya berkata, dalam waktu dekat ini. 

Setelah menikah, Farel  mencoba melupakan Rabiah, walau itu sangat sulit dilakukan. Malika berusaha keras membuat Farel bahagia.  Farel kini mencoba  belajar menikmati hari-hari yang indah bersama Malika. Malika tahu, Farel belum sepenuhnya mencintainya. Cinta Farel masih utuh untuk Rabiah.  Sementara  itu di lain tempat Rabiah juga berjuang keras memendam rasa rindunya pada Farel  dengan berbagai macam cara.

Saat Farel dan Malika  berbelanja di sebuah supermarket, Farel  tiba-tiba bertemu dengan seorang  laki-laki yang  sedang berpelukan mesra bersama seorang  wanita berjilbab. Farel ingat wajah laki-laki itu, sangat mirip dengan Pasha. Farel menyapa. Ternyata benar. Laki-laki itu memang Pasha. Farel  bertanya apa Pasha tidak jadi menikah dengan Rabiah? Farel  nyaris emosi dan tidak bisa mengendalikan dirinya bila Pasha  memang mengkhianati cinta  Rabiah yang tulus padanya. Pasha tertawa.  Rabiah memang aneh. Rabiah itu sahabatnya saat kuliah di Mesir, bahkan ia bersahabat dengan istri Pasha.  Bahkan Rabiahlah yang menjodohkan istrinya dengan Pasha. Farel  shock. Berarti selama ini Rabiah membohonginya! Farel  dengan marah mencari Rabiah dan bertanya kenapa Rabiah berbohong dengannya? Bukankah  Rabiah mencintainya? Rabiah hanya mampu diam, tidak mampu menjelaskan apa yang sesungguhnya terjadi. Ia hanya berkata, Suatu saat Farel  akan tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Saat Farel  pergi meninggalkan Malika dan bertemu dengan Rabiah, mata Malika terasa berkunang-kunang. Malika terjatuh tak sadarkan diri. Farel  mendapat telpon dari mama Malika agar Farel  segera ke rumah sakit. Bersama  Rabiah, Farel  langsung ke rumah sakit. Sampai disana, keadaan Malika sudah sangat parah di ruang ICU. Farel  mendekati Malika. Malika dengan susah payah mengucapkan terimakasih pada  Rabiah yang sudah berkorban banyak untuk dirinya, sehingga sisa usia Malika  bisa ia habiskan bersama Farel, laki-laki yang dicintainya. Ia merasa hidupnya tidak sia-sia dan sangat berarti. Semua itu karena pengorbanan Rabiah, sang mutiara di balik cadar. Padahal jelas sekali Rabiah sangat mencintai Farel . Malika memeluk  Rabiah yang pernah penolongnya sambil menangis. Mungkin jika tidak bersama-sama Farel, Malika sudah meninggal jauh hari karena kanker otaknya sudah berada di stadium 4. Dan rasa bahagianya bersama  Farel telah menambah semangatnya untuk bertahan hidup.  Walau Rabiah harus berkorban agar Malika mendapatkan semua itu.

Malika menyatukan tangan Rabiah dan Farel  di atas dadanya, agar keduanya bersumpah mau bersatu dan menikah setelah kepergiannya. Rabiah dan Farel  menangis sedih melepas kepergian Malika yang telah menghadap Ilahi.(karnos/indosiar.com/4nd/mdL)


Tayang: 5-Aug-2011 09:30 WIB

Bookmark and Share


Page: 1 2
8-Aug-2011 14:38:28 WIB by noyo arie
Bagus bnget....
Walo dah liat film,a msh penasaran lge......
5-Aug-2011 12:19:47 WIB by nisrina....
duh pnzrn pngen lihat film'y>.............!
5-Aug-2011 11:49:21 WIB by muawinah
kapan tayang lagi filmnya mutiara di balik cadar..???
atau apa ada alamat web tuk bisa download filmnya??
tolong di balas yah...
27-Nov-2009 23:17:12 WIB by dewi
kpn yah d tayangiin lg...?
21-Nov-2009 09:24:54 WIB by dedi
Film nya sangat bagus, dan menyentuh hati.
18-Sep-2009 14:50:33 WIB by ummu ilyas
menyentuh alur ceritanya tp diakhir cerita saat malika menyatukan tangan mrk .....nah ana kurang setuju soalnya belum muhrim kan....jadi rancu kebenarannya.paling tida pake kain atau sejenismya biar ta bersentuhan tangannya so...nilai2 islamnya ttp trjaga tp ta mengurangi romantismenya.ok !!!
31-Aug-2009 08:42:11 WIB by anti
subhanaALLOH menyentuh skali critanya,, smoga ini menjadi inspirasi untuk pra pembuat film religi agar lbih berkualitas sperti "mutiara dibalik cadar" dan saya harap akan ada crita2 religi lainnya.
31-Aug-2009 08:24:38 WIB by uthi
subhanalallah ,,,,, cerita nya bagus dan langsung menusuk di hati semoga dapat bermanfaat bagi kita yang membaca or menonton film ini untuk kembali membangun jiwa aminn,,,,
30-Aug-2009 21:44:27 WIB by asil dr mekah
bagus banget ceritanya,asil sangat tersentuh.tp apa iya ada seorang yg baik begitu,smga bermanfaat bagi kt semua tanks/sukron.
22-Dec-2008 23:14:55 WIB by Kakak
Icha.. napa loe gk ol lg di jgc 10 dah kena blazklizt yeeee..wkw.kwkw....

Alkhamdulilah kk dapat ilmu lagi setelah baca... tapi emank gk beda jauh yee ama AAC

 

Nama:
Email:
Security Code: