
Kisah tentang seorang gadis sederhana yang memiliki suara merdu dan indah. Namun tidak seindah hidup yang dialaminya, ayah tiri yang kejam, lingkungan yang tidak sehat, sahabat yang penuh iri dan dengki, juga keluarga yang miskin.
Lalu kemudian akankah dia bisa survive, sementara perlakuan orang-orang ke tiga yang ada di sekelilingnya memperlakukan ia lebih dari sekedar penyanyi murahan?
MILA adalah gadis cantik yang tumbuh di lingkungan sederhana. Selain cantik, dia memiliki suara merdu. Bakatnya dalam menyanyi, terutama menyanyi dangdut begitu besar.
Untuk menyalurkan hobbynya, MILA menyanyi di bar-bar kelas bawah. Dia tidak melihat honor yang ia dapat.
Namun kehidupan penyanyi dangdut di bar yang selama ini dianggap murahan, membuat MILA terkena imbasnya. Orang-orang di sekelilingnya menganggap ia wanita tidak baik. MILA berusaha membuktikan pada mereka, kalau dirinya bukan penyanyi dangdut seperti yang mereka kira.
Tapi usahanya tidak berhasil, orang-orang disekelilingnya tetap saja menuduh musik dangdut dan penyanyinya murahan. Apalagi di lingkungan kampus tempat MILA menuntut ilmu.
Musik dangdut kampungan, tidak intelek. Itu yang sering teman-teman Mila utarakan.
Mendengar ejekan teman-temannya, MILA sempat mau mundur dari hobbynya. Apalagi masalah demi masalah terus menimpa Mila hingga akhirnya MILA pun memutuskan untuk mundur dari dunia itu.
Keputusan MILA yang sudah bulat membuat orang-orang terdekatnya menyanyangkan MILA. Tapi MILA tetap pada pendiriannya.
Namun bakat menyanyi MILA begitu besar, apalagi saat suara merdunya terdengar HAMDAN, ayah tirinya yang selama 15 tahun medekam di penjara karena telah membunuh LELAKI lain yang dituduhnya menjadi orang ketiga. Menyeleweng dengan IBU LALA, ibunya Mila.
Kehadiran orang ke tiga di rumah MILA, membuat hidup MILA miskin dan porak-poranda. Ibu Mila sering menyesali kekeliruannya memilih menikah dengan HAMDAN. Karena meskipun sudah dijebloskan penjara, dirinya tidak pernah kapok dan berubah. HAMDAN seorang suami yang tidak bertanggungjawab, emosional, pemalas dan keras kepala.
Karena itu, saat tahu MILA, anak tirinya pintar menyanyi, HAMDAN tidak segan-segan memaksa MILA untuk tetap menjadi penyanyi dangdut di Bar, mengintimidasi MILA untuk terus mencari uang dan uang, seperti sapi perahan.
Akhirnya, dengan keterpaksaan HAMDAN, MILA pun kembali mau tampil menyanyi di bar-bar, discotik, panggung hiburan dll. Bahkan kalau HAMDAN lagi selon, ia tidak segan-segan memaksa MILA meladeni tidur lelaki-lelaki hidung belang. Tapi untung, itu tidak pernah terjadi. MILA selalu diselamatkan orang-orang yang mencintainya.
Kehadiran RANDY, cowok keren dan anak orang kaya itu, membuat Mila merasa aman. Tapi sayang, ada orang ke tiga yang membuat MILA tidak menjadi nyaman. SISKA tidak mungkin mau ditinggalkan RANDY. Karena itu saat SISKA tahu RANDY dekat dengan MILA, SISKA tidak pernah mau berhenti mengintimidasi MILA. Bahkan memperlakukannya kasar.
Lagi-lagi kehidupan MILA menderita karena orang ke tiga. Di tempat ia kuliah, di tempat ia tinggal, di tempat ia manggung, selalu hadir orang ke tiga. Orang-orang yang selama ini membuat hidup MILA sakit dan sengsara.
Tapi karena orang ke tiga juga lah MILA kemudian menjadi artis dangdut terkenal. MILA bukan hanya mendapatkan materi, tapi juga sanjungan.
Lalu setelah semuanya MILA miliki, bagaimana dengan kisah cintanya dengan RANDY yang ternyata masih juga memiliki orang ke tiga?
Tentu cerita akan semakin menarik, karena selain karir MILA yang terus melangit, orang-orang ke tiga selalu hadir di dalam kehidupannya.
Cerita ini di desain untuk menjadi drama keluarga musikal dangdut yang memiliki ciri khas tersendiri, penuh muatan pesan moral dan sekaligus menguras airmata bagi para penonton. Sehingga membuat ‘gereget’ dan rasa penasaran tak berkesudahan. Cerita yang sarat konflik dan berakar kuat ini dapat dimainkan dalam jangka waktu yang lama... entah sampai kapan.
Pemain:
Adi Firansyah Sebagai Rendy
Dwi Permata Sebagai Mila
Syandi Sharief Sebagai Arya
Irma Dharmawangsa Sebagai Yuyun