
Di rumah saat termenung mengingat masa-masa indah (dan pahit) bersama Dong Si, Xiao Tao dikejutkan oleh kemunculan Ah Li yang memberikan tanaman hasil kerja keras mereka. Selain memberitahu kabar baik seputar klise film, pemuda itu meminta Xiao Tao tetap tegar setelah memilih salah satu diantara dirinya dan Dong Si.
Rupanya Sha Hui benar-benar telah jatuh cinta pada Dong Si, sayang pemuda tersebut menyatakan tidak sebelum pergi. Dengan hati hancur, gadis itu menggunakan siasat terakhir untuk menghancurkan Xiao Tao : menyebar foto mesra ke media massa.
Kontan, hal itu membuat Xiao Tao dikejar-kejar media massa. Gadis itu sempat frustrasi dan berniat lompat dari puncak gedung sekolah, namun kemunculan Dong Si dan Ah Li berhasil membuatnya mengurungkan niat. Sadar Xiao Tao telah menentukan pilihan, Ah Li mengingatkan supaya pengorbanan Dong Si tidak sia-sia sebelum pergi.
Siapa sangka, mereka mendapat bantuan dari Lu Lang, yang didepan wartawan berhasil menjelaskan semuanya. Saat berjalan berdua, Xiao Tao baru sadar bahwa Ah Li-lah pria yang dicintainya selama ini. Dengan penuh kebesaran hati, Dong Si tersenyum dan menyuruh gadis itu untuk mengejar pemuda itu.
Melihat Ah Li yang termenung, Dong Si mengerjainya sama seperti ketika ia dikerjai dulu : dikunci dikamar mandi. Meski hatinya sesak, Dong Si sadar bahwa sosok Xiao Tao kini bukan lagi miliknya. Begitu keluar, Ah Li disambut oleh Xiao Tao dan sejumlah poster dengan balon.(mdL)