
Dengan suara lemah, Pangeran Tianyin mengaku kalau dirinya telah diguna-guna oleh Siluman Tengkorak Bai Gu Jing. Namun setelah diteliti lewat mata sakti, Wukong tidak menemukan apapun dalam tubuh sang pangeran...kecuali sebuah bekas luka yang diaku sebagai tanda lahir.
Di saat yang sama, Bai Gu Jing memutuskan untuk mendatangi singasana raja setelah identitasnya sebagai Siluman Tengkorak terbongkar. Setelah melewati hadangan para penjaga, ia kembali mengubah Xuanzang, yang langsung menasehati Bai Gu Jing untuk mau bertobat dan berhenti melakukan perbuatan jahat. Tiba-tiba, siluman itu dikelilingi para pengawal istana beserta raja dan ratu dibelakang pasukan.
Baru saja hendak bertindak, Bai Gu Jing dikejutkan oleh kemunculan Pangeran Tianyin yang dibopong oleh Bajie. Melihat kondisi sang pangeran yang tidak sadar, Bai Gu Jing sadar bahwa satu-satunya harapan adalah memakan daging Xuanzang. Begitu Wukong menentang niatnya, Bai Gu Jing menantang sang siluman kera untuk bertarung.
Setelah terlibat pertarungan beberapa jurus, Wukong baru sadar kalau Siluman Tengkorak Bai Gu Jing ternyata adalah Siluman Bangau Bai Feng saudara angkatnya. Ketika dikonfrontir, Bai Gu Jing menyalahkan Wukong atas perubahan yang terjadi pada dirinya. Rupanya saat pertempuran dengan Istana Langit 500 tahun silam, luka parah membuat tubuh Bai Feng hancur hingga ia harus merasuk ke jasad seorang wanita yang hanya tersisa tulang-belulangnya saja.
Wukong yang tidak tega akhirnya membiarkan Bai Gu Jing kembali ke istana. Begitu tiba, Siluman Tengkorak itu dikonfrontir oleh Pangeran Tianyin, yang akhirnya tahu penyebab dirinya tak bisa berpisah dari Bai Gu Jing. Rupanya, Pangeran Tianyin di kehidupan yang lalu adalah seorang gadis yang meninggal karena terkena panah seorang pemburu secara tidak sengaja.
Dalam kehidupan sekarang, pemburu tersebut adalah raja Baoxiang. Yang mengejutkan, tengkorak yang dirasuki oleh Bai Gu Jing ternyata adalah milik gadis malang itu. Kaget mendengar penuturan tersebut, Bai Gu Jing sadar bahwa satu-satunya cara agar Pangeran Tianyin terbebas adalah dengan mengorbankan dirinya sendiri.
Di tengah kobaran api yang mengelilinginya, Bai Gu Jing bunuh diri diiringi kesedihan Pangeran Tianyin dan Wukong, yang tidak berdaya mencegah. Namun Bai Gu Jing ternyata tidak mati begitu saja, rohnya yang telah menjelma kembali menjadi Bai Feng yang cantik-jelita dijemput oleh Dewi Guanyin. Sambil tersenyum manis, Bai Feng mengucapkan salam perpisahan dan meminta Pangeran Tianyin menjadi raja yang baik sebelum mereka bersatu lagi di keabadian.
Kembali melanjutkan perjalanan, Wukong senang bukan kepalang ketika sang guru menyatakan siap menerimanya sebagai murid lagi asalkan sang siluman kera mau mengurangi sifat sadisnya. Dengan penuh semangat, Wukong memimpin rombongan melewati rintangan berikutnya.
Setelah berjalan cukup lama, mereka sampai di lereng sebuah gunung. Setelah bertanya pada seseorang yang kebetulan lewat, yang ternyata sangat dikenal Wukong, baru ketahuan kalau gunung tersebut menyimpan misteri. Langsung mendapat akal, Wukong berniat mengerjai Bajie agar tidak bermalas-malasan lagi.(indosiar.com/mdL)